Breaking News
Memuat breaking news...

Ucapkan Selamat Hari Santri, Ini Pesan Menag Nasaruddin Umar

Redaksi
Redaksi
Rabu, 21 Oktober 2026 - 8.39 PM WIB
Ucapkan Selamat Hari Santri, Ini Pesan Menag Nasaruddin Umar
Menag Nasaruddin Umar
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional 2026 yang diperingati setiap 22 Oktober. Ia mengajak seluruh santri di Indonesia untuk terus meningkatkan prestasi dan berbangga atas kontribusi pesantren dalam perjalanan sejarah serta pembangunan bangsa.

“Selamat Hari Santri kepada anak-anakku semuanya. Mari kita berbahagia dan berbangga dengan prestasi yang dicapai oleh pondok pesantren,” ujar Nasaruddin dalam wawancara Talk Highlight Elshinta, Rabu (21/10/2026) sore.

Menurut Nasaruddin, penguatan pendidikan pesantren menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Hal itu sejalan dengan terbentuknya Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di Kementerian Agama pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ia mengatakan, pembentukan Ditjen Pesantren merupakan realisasi dari usulan yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun. Persetujuan Presiden Prabowo Subianto, dukungan DPR, serta penganggaran melalui Kementerian Keuangan menjadi bagian penting dari proses tersebut.

Nasaruddin menegaskan, keberadaan Ditjen Pesantren merupakan bentuk pengakuan terhadap kontribusi pesantren dalam perjalanan sejarah Indonesia, bahkan sebelum kemerdekaan.

Pesantren, katanya, tidak hanya berperan dalam pendidikan agama, tetapi juga berkontribusi membangun kohesi sosial, menumbuhkan identitas kebangsaan, dan membentuk karakter masyarakat.

“Jangan hanya kita diantar ke pintu kemerdekaan, tapi setelah merdeka, pesantren yang berkeringat berdarah-darah ini malah justru dihilangkan,” ujarnya.

Ia menilai nilai-nilai yang ditanamkan di pesantren, seperti kemandirian, kejujuran, kesabaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab, penting untuk membentuk generasi muda yang berkarakter dan mampu menjadi pemimpin berintegritas.

Santri Unggul di Bidang Sains dan Teknologi

Nasaruddin juga menepis anggapan bahwa pendidikan pesantren hanya berorientasi pada penguasaan ilmu agama dan kitab kuning. Menurut dia, pesantren dan madrasah kini berkembang dengan menghasilkan lulusan berprestasi di berbagai bidang, termasuk sains, teknologi, robotika, olahraga, dan seni.

Ia mencontohkan sejumlah madrasah unggulan yang mampu bersaing dengan sekolah-sekolah terbaik di Indonesia. Bahkan, sejumlah lulusannya berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama di luar negeri.

“Image pondok pesantren itu hanya bisa baca kitab kuning itu sudah tidak seperti itu lagi sekarang. Bahkan, dari pondok pesantren lahir anak-anak yang ahli dalam bidang robotik dan banyak santri yang ke luar negeri dengan beasiswa,” kata Nasaruddin.

Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan pendidikan berbasis agama dapat berjalan beriringan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Karena itu, pengembangan pesantren perlu diikuti peningkatan kualitas pengelolaan, kepemimpinan, dan sistem pendidikan. Dengan demikian, pesantren dapat mempertahankan tradisi keilmuan Islam sekaligus menjawab kebutuhan pendidikan modern.

Tata Kelola dan Perlindungan Santri

Selain memperkuat kelembagaan dan kualitas pendidikan, Kementerian Agama juga mendorong perbaikan tata kelola pesantren, termasuk pengawasan penyelenggaraan pendidikan dan perlindungan santri.

Nasaruddin mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan adalah melibatkan Majelis Masyayikh, yang terdiri atas tokoh-tokoh senior pesantren, untuk memberikan masukan dan membantu pengawasan tata kelola pesantren.

Keterlibatan para tokoh tersebut diharapkan dapat memperkuat transparansi, meningkatkan kualitas pengelolaan, serta membantu mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan penanganan. Ia mengakui, persoalan di lingkungan pesantren harus ditangani secara terbuka dan serius, termasuk kasus dugaan pelecehan serta persoalan lain yang menyangkut perlindungan santri.

Nasaruddin juga mengingatkan pentingnya memastikan lembaga yang menggunakan nama pesantren telah terdaftar dan memenuhi ketentuan yang berlaku. Hal ini diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas sebelum mempercayakan pendidikan anak-anak mereka.

Ia mengajak pengasuh, pengelola pesantren, orang tua, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kualitas pendidikan serta kepercayaan publik terhadap pesantren. Menurut dia, penguatan pengawasan harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap tradisi dan kemandirian pesantren agar lembaga pendidikan tersebut mampu menyediakan lingkungan belajar yang aman dan berkualitas.

Momentum Penguatan Pendidikan Nasional

Nasaruddin berharap Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum bagi para santri untuk terus meningkatkan prestasi dan memperluas kontribusi dalam berbagai bidang.

Ia juga mengimbau para orang tua agar mempertimbangkan pesantren sebagai pilihan pendidikan bagi anak, dengan tetap memperhatikan kualitas lembaga, sistem pengasuhan, dan jaminan perlindungan santri.

Menurut Nasaruddin, pesantren berpotensi melahirkan generasi yang tidak hanya kuat dalam pemahaman agama, tetapi juga unggul dalam ilmu pengetahuan, memiliki karakter yang baik, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement