Breaking News
Memuat breaking news...

Ulama Muda Aceh Sarankan Selama Puasa Azan Isya Pukul 21.00 WIB

Redaksi
Redaksi
Minggu, 10 Maret 2024 - 5.02 PM WIB
Ulama Muda Aceh Sarankan Selama Puasa Azan Isya Pukul 21.00 WIB
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BANDA ACEH (Waspada): Alumnus Universitas Al-Azhar Mesir, Ustadz Masrul Aidi sedikit mengkritisi kebiasaan pelaksanaan ibadah Shalat Isya dan Tarawih di Aceh.

Ia menilai, selama ini terkesan terburu-buru, karena sangat berdekatan antara momen berbuka, shalat Magrib dan memasuki persiapan shalat Isya dan tarawih.

Karena itu, ia menyarankan pelaksanaan azan Isya bisa dilakukan pada pukul sembilan malam atau pukul 21.00 WIB, khusus pada bulan Ramadan.

Hal itu diutarakan penceramah pada acara Meugang Bersama Anak Yatim yang digelar Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Banda Aceh, Minggu (10/3).

Dalam ceramah singkatnya, ulama muda yang juga pimpinan Pesantren Babul Maghfirah, Cot Keueng, Aceh Besar ini, menyarankan hal tersebut berdasarkan pengalaman bertahun-tahun selama ini.

Ia memberi contoh saat kegiatan buka puasa bersama yang menghadirkan banyak massa. Begitu buka puasa dengan menu ringan lalu menunaikan ibadah shalat Magrib.

Selesai Magrib, baru menikmati makanan berat atau makan. Selama ini, belum sempat menikmati makanan yang dihidangkan, sudah tiba shalat Isya. Akhirnya, makanan banyak tinggal dan semua terburu-buru menuju ke masjid.

Karena itu, Ustazd Masrul Aidi menyarankan khusus bulan Ramadan, azan Isya dilakukan pukul sembilan malam. "Tradisi selama ini, di pesantren-pesantran azan Isya juga dilakukan pukul sembilan malam. Alhamdulillah tak ada bid'ah," ujar dia memberi contoh.

Untuk melaksanakan ide tersebut, ia menyarankan masjid-masjid utama di Aceh seperti Masjid Baiturrahman, Banda Aceh untuk menerapkan hal tersebut.

"Selama ini agak terburu-buru jika azan Isya pada Ramadan yang dilakukan pukul 20.00 WIB. Tujuan dilakukan pukul 21.00 WIB, agar jamaah punya persiapan waktu yang memadai untuk berangkat ke masjid guna melaksanakan shalat Isya dan Tarawih dengan kusyuk," papar dia.

Apalagi, tambah dia, karakteristik shalat Tarawih adalah santai, senang dan tak terburu-buru. "Kalau perlu ada jeda untuk minum atau nopi di sela-sela rakaatnya," sebut Masrul Aidi.

Disebutkan juga, di Masjidil Haram Makkah sendiri, selama bulan Ramadan, azan Isya dilambatkan satu jam dibandingkan bulan lain. "Barangkali karena Arab Saudi kita anggap wahabi, sehingga kita sedikit alergi dengan hal tersebut,"

Ketua KWPSI Dosi Elfian mengatakan, Meugang Bersama Anak Yatim dan makan siang dengan Kuwah Beulangong ini sudah menjadi tradisi lembaga yag dpimpinnnya dalam belasan tahun terakir.

Kata dia, sumber dananya ada patungan (meuripee) anggota KWPSI serta donasi dari sejumlah donatur. "Kali ini kita sembelih dua ekor lembu," kata dia.

Selanjutnya, dilakukan penyerahan daging secara simbolis kepada anak yatim yang dilakukan oleh Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar, Ustazd Masrul Aidi didampingi sejumlah pengurus. (b04)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement