Breaking News
Memuat breaking news...

ULN Indonesia Kuartal IV/2022 Sebesar US$396,8 Miliar

Redaksi
Redaksi
Selasa, 14 Februari 2023 - 3.26 PM WIB
ULN Indonesia Kuartal IV/2022 Sebesar US$396,8 Miliar
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada kuartal IV/2022 menjadi sebesar US$396,8 Miliar.

Posisi tersebut meningkat dibandingkan dengan periode kuartal III/2022 yang tercatat sebesar US$394,6 miliar.

Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, pertumbuhan ULN Indonesia pada kuartal IV/2022 terkontraksi sebesar 4,1 persen (year-on-year/yoy), melanjutkan kontraksi pada kuartal sebelumnya sebesar 6,7 persen yoy.

“Kontraksi pertumbuhan ini terutama bersumber dari ULN Pemerintah dan sektor swasta. Perkembangan posisi ULN pada kuartal IV/2022 juga dipengaruhi oleh faktor perubahan akibat pelemahan mata uang dolar AS terhadap mayoritas mata uang global,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resminya, Selasa (14/2/2023), di Jakarta.

BI mencatat posisi ULN Pemerintah pada kuartal IV/2022 adalah sebesar US$186,5 miliar, meningkat dari US$182,3 miliar pada kuartal III/2022.

Secara tahunan, ULN Pemerintah tersebut mengalami kontraksi sebesar 6,8 persen yoy, lebih rendah dibandingkan dengan kontraksi pada kuartal sebelumnya sebesar 11,3 persen yoy.

“Perkembangan ULN tersebut didorong oleh peningkatan investasi portofolio di pasar Surat Berharga Negara [SBN] domestik seiring dengan sentimen positif kepercayaan pelaku pasar global yang tetap terjaga,” jelas Erwin.

Selain itu, sambungnya, terdapat juga penarikan neto pinjaman luar negeri yang digunakan untuk mendukung pembiayaan program dan proyek.

Diantaranya pembiayaan sektor produktif serta belanja prioritas pemerintah, termasuk kelanjutan upaya akselerasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Sementara itu, posisi ULN swasta pada kuartal IV/2022 tercatat sebesar US$201,2 miliar, turun dari posisi kuartal sebelumnya yang tercatat mencapai US$204,1 miliar.

Secara tahunan, ULN swasta pada periode tersebut terkontraksi sebesar 1,8 persen yoy, melanjutkan kontraksi pada kuartal sebelumnya sebesar 2,0 persen yoy.

“Perkembangan ini didorong oleh pembayaran neto utang dagang, surat utang, dan pinjaman sejalan dengan pola kuartalan pembayaran ULN,” jelas Erwin.

Adapun, pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) tercatat mengalami kontraksi sebesar 1,5 persen yoy, lebih dalam dibandingkan kontraksi pada kuartal sebelumnya sebesar 1,3 persen yoy.

BI melihat, pertumbuhan ULN lembaga keuangan (financial corporations) juga mengalami kontraksi sebesar 2,8 persen yoy, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan kontraksi pada kuartal sebelumnya sebesar 4,4 persen yoy.(J03).

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement