Unimed Dorong UMKM Mie Sehat 23 Naik Kelas Lewat Teknologi Dan DigitalisasiUnimed Dorong UMKM Mie Sehat 23 Naik Kelas Lewat Teknologi Dan Digitalisasi

MEDAN (Waspada.id): Universitas Negeri Medan (Unimed) terus mendorong penguatan usaha mikro melalui penerapan teknologi dan digitalisasi. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) pada UMKM Mie Sehat 23 di Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhan Deli, Jumat (19/6/2026).
UMKM yang dikelola Ely Safitri tersebut mendapat pendampingan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat tata kelola usaha. Dalam kunjungan itu, Tim PKM menyerahkan spiral mixer dan alat pencetak mie yang diharapkan mampu mempercepat proses produksi dan mengurangi ketergantungan pada proses manual.
Ketua Tim PKM Eka Suci Anja Kusumawati, M.Pd., mengatakan kegiatan tidak berhenti pada pemberian peralatan, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kapasitas pelaku usaha. Tim memberikan pelatihan penggunaan aplikasi Labaku untuk membantu pencatatan dan pengelolaan keuangan, serta pelatihan desain menggunakan Canva untuk membuat thumbnail dan materi promosi produk yang lebih menarik.
“Kami ingin teknologi yang diberikan benar-benar dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung pengembangan usaha. Karena itu, bantuan alat disertai dengan pelatihan dan pendampingan agar mitra memiliki kemampuan untuk mengelolanya secara berkelanjutan,” ujar Eka.
Pelaksanaan PKM tersebut turut didampingi LPPM Unimed melalui Savitri Ramadhani dan melibatkan tenaga ahli Suriadi dalam aspek teknis. Sejumlah mahasiswa juga dilibatkan dalam kegiatan, mulai dari membantu proses pendampingan, pelatihan penggunaan peralatan dan aplikasi, hingga mendukung dokumentasi kegiatan.
Tim PKM yang beranggotakan Sapitri Januariyansah, S.Pd., M.Pd., Halimatus Sadiyah, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Agung Batu Bara, S.Pi., mengungkapkan kombinasi teknologi produksi, pencatatan keuangan, dan pemasaran digital menjadi bagian penting dalam mendorong UMKM agar lebih adaptif terhadap perkembangan pasar. Dengan peralatan produksi yang lebih efektif dan kemampuan pemasaran yang semakin baik, Mie Sehat 23 diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat. Melalui kolaborasi dosen, mahasiswa, LPPM, tenaga ahli, dan pelaku UMKM, Unimed berharap pendampingan tidak hanya menghasilkan peningkatan produksi, tetapi juga membangun UMKM yang lebih mandiri, profesional, dan berdaya saing.(wsp.id)





















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda