Universitas Malikussaleh: Perguruan Tinggi Aceh yang Kian Bersinar dengan Deretan Program Studi UnggulUniversitas Malikussaleh: Perguruan Tinggi Aceh yang Kian Bersinar dengan Deretan Program Studi Unggul

Universitas Malikussaleh, atau yang akrab disebut Unimal, bukan sekadar melanjutkan nama besar itu secara simbolis. Tahun demi tahun, institusi ini membuktikan bahwa semangat kepeloporan sang sultan benar-benar hidup dalam setiap langkah pengembangan akademiknya. Pada 2025, tonggak bersejarah pun ditancapkan: Unimal resmi meraih akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), sebuah pencapaian yang menjadi bukti nyata transformasi kualitas yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Capaian ini bukan datang tiba-tiba. Menurut berbagai catatan, upaya menuju akreditasi Unggul telah dimulai sejak 2019, saat dicanangkannya gerakan "Unimal Hebat" pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Gerakan ini menjadi lokomotif perubahan yang menggerakkan seluruh elemen kampus — dari perbaikan fasilitas, peningkatan kualitas kurikulum, digitalisasi layanan akademik, hingga penguatan kerja sama nasional dan internasional.
Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Dr. Ir. Herman Fithra, ST, MT, IPM, Asean.Eng, menyatakan bahwa akreditasi Unggul ini mencerminkan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika. Lebih dari sekadar label, akreditasi ini menjadi jaminan kualitas bagi para mahasiswa bahwa mereka mendapatkan pendidikan terbaik yang akan meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja maupun di jenjang studi lanjut.
Saat ini, Unimal mengelola 57 program studi yang tersebar di tujuh fakultas, dengan jumlah mahasiswa aktif mencapai hampir mencapai 30 ribu mahasiswa. Tujuh fakultas tersebut meliputi Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Pertanian, serta Fakultas Kedokteran. Kampus ini tersebar di beberapa lokasi — kampus utama di Reuleuet, Kabupaten Aceh Utara, serta kampus-kampus lain di Bukit Indah, Cunda, Lancang Garam, dan Sigli.

Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Dr. Ir. Herman Fithra, ST, MT, IPM, Asean.Eng, tampak akrab dengan para mahasiswa.
Keragaman program studi yang dimiliki Unimal mencerminkan visi besarnya untuk menjawab kebutuhan pembangunan daerah dan nasional secara menyeluruh. Dari bidang teknik rekayasa, ilmu sosial, hukum, ekonomi, pendidikan, pertanian, hingga kesehatan — semua tersedia di bawah satu atap institusi yang terus berbenah.
Salah satu indikator paling konkret dari kualitas sebuah perguruan tinggi adalah akreditasi masing-masing program studinya. Di sinilah Unimal benar-benar mencuri perhatian. Per April 2026, Universitas Malikussaleh telah memiliki 18 program studi dengan akreditasi Unggul.
Rektor Unimal menegaskan komitmen untuk terus menambah jumlah program studi dengan akreditasi Unggul. Beliau berharap program studi lain yang sedang dalam proses asesmen lapangan juga dapat meraih predikat yang sama. Keyakinan itu beralasan — karena semakin banyak prodi yang unggul, semakin tinggi pula reputasi institusi, daya saing lulusan, dan peluang mendapatkan kerja sama serta hibah penelitian, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Tidak hanya meraih akreditasi Unggul pada program studi yang ada, Fakultas Teknik Unimal juga terus berinovasi dengan menghadirkan program studi baru. Pada awal 2026, Fakultas Teknik resmi membuka dua prodi baru jenjang sarjana, yaitu Program Studi Teknik Lingkungan dan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK).
Dekan Fakultas Teknik, Dr. Muhammad Daud, MT, menyatakan bahwa kehadiran dua prodi baru ini merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan dunia pendidikan dan industri yang terus berkembang. Di tengah tantangan perubahan iklim dan percepatan pembangunan wilayah, kedua bidang ilmu tersebut memang menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Unimal sebagai universitas yang responsif terhadap kebutuhan zaman.
Kualitas sebuah universitas tidak hanya diukur dari akreditasi, tetapi juga dari seberapa produktif dosen-dosennya dalam menghasilkan penelitian berkontribusi. Unimal menunjukkan capaian membanggakan dalam hal ini. Pada tahun 2026, sejumlah proposal penelitian dosen Unimal berhasil memperoleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), dengan total nilai mencapai Rp628.310.000.
Mulai dari kajian pengelolaan perikanan berbasis ekonomi biru di perairan Aceh Utara, pengembangan nanokomposit untuk ketahanan pangan pascabanjir, model peringatan dini banjir berbasis IoT-AI, hingga aplikasi digital untuk mencegah kekerasan siber di kalangan remaja — semua penelitian ini berakar pada persoalan lokal namun relevan secara nasional dan global.
Ketua LPPM Unimal, Prof. Mawardati, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja keras para dosen dalam menyusun proposal yang kompetitif. Ia juga mendorong dosen-dosen yang belum lolos untuk terus mencari peluang hibah dari berbagai sumber, sambil memastikan seluruh penelitian yang didanai berjalan sesuai target.
Kualitas sebuah kampus juga tercermin dari prestasi mahasiswanya. Di bidang ini, Unimal terus mencetak capaian yang membanggakan. Di tingkat nasional, tim mahasiswa Akuntansi Unimal berhasil melaju ke babak final dalam ajang Pekan Essay Nasional di Bali, bahkan meraih Silver Medal — sebuah pencapaian yang membuktikan kemampuan analitis dan akademis mahasiswa Unimal di kancah persaingan nasional.
Di bidang kewirausahaan, mahasiswa Unimal juga tidak kalah bersinar. Pada 2026, sebuah tim mahasiswa berhasil meraih pendanaan nasional Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) pada kategori Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan, dengan mengusung inovasi wisata edukasi berbasis potensi kopi Gayo. Tim ini dipimpin oleh mahasiswa Program Studi Sosiologi, yang membuktikan bahwa sinergi antara ilmu sosial dan jiwa kewirausahaan bisa menghasilkan dampak nyata.
Di ranah internasional, seorang mahasiswi Unimal meraih Juara 1 kompetisi Storytelling Internasional lewat dongeng Joko Kendil — sebuah prestasi yang membawa nama Aceh dan Indonesia ke panggung dunia. Sementara itu, mahasiswi Sistem Informasi Unimal berhasil masuk ke jajaran Top 20 Google Student Ambassador 2025, yang memperlihatkan bahwa mahasiswa Unimal pun mampu bersaing di ekosistem teknologi global.

Momen Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Dr. Ir. Herman Fithra, ST, MT, IPM, Asean.Eng, saat bersama dengan Presiden Prabowo Subianto.
Tak kalah menarik, mahasiswa Arsitektur Unimal memamerkan tujuh karya maket dalam sebuah konferensi internasional, membuktikan kreativitas dan kemampuan teknis mereka di hadapan audiens akademik mancanegara. Empat mahasiswa Teknik Unimal juga mengikuti Program Internasional ISL 2026 di Sabang, memperluas wawasan dan jaringan mereka di tingkat internasional.
Unimal juga aktif membangun kerja sama strategis dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri. Fisipol Unimal, misalnya, telah menandatangani kerja sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh untuk mendorong literasi media digital — sebuah langkah yang mencerminkan kepekaan kampus terhadap tantangan era informasi.
Fakultas Hukum Unimal pun tidak tinggal diam. Mereka menjalin kerja sama dengan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PERADI Profesional, memperkuat jalur pengembangan kompetensi mahasiswa hukum menuju profesi advokat. Selain itu, Fisipol Unimal juga pernah melakukan benchmarking ke Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dan Universiti Putra Malaysia (UPM) untuk belajar dari praktik terbaik perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara. Bahkan, seorang Guru Besar dari Asia University Jepang pernah menyambangi Fisipol Unimal, memperkuat jaringan akademik internasional kampus ini.
Di luar prestasi akademik, sivitas akademika Unimal juga aktif bergerak di tengah masyarakat. Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Kautsar Unimal bersama Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma) Aceh menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di Gampong Kampung Jawa, Lhokseumawe. Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia pun menggelar program literasi di SD Negeri 15 Dewantara — membuktikan bahwa semangat pengabdian kepada masyarakat mengalir deras di nadi mahasiswa Unimal.
Sementara itu, berbagai himpunan mahasiswa aktif menggelar seminar dan diskusi yang memperkuat kapasitas generasi muda. HIMABIS Unimal menyelenggarakan seminar bisnis bertema pengembangan usaha lokal menuju kancah nasional, sementara Himako Unimal menggelar seminar jurnalistik dengan ratusan peserta untuk membahas transformasi media di era digital.
Dengan akreditasi institusi Unggul, 15 program studi berpredikat Unggul, 19 guru besar, puluhan hibah penelitian, dan ribuan mahasiswa berprestasi, Universitas Malikussaleh telah membuktikan dirinya sebagai salah satu perguruan tinggi negeri terdepan di Aceh dan Indonesia. Nama Sultan Malikussaleh yang menjadi identitasnya bukan lagi sekadar simbol historis — ia menjadi ruh yang menggerakkan seluruh ekosistem akademik kampus ini.
Ke depan, tantangan dan peluang sama-sama terbuka lebar. Pertumbuhan program studi baru, perluasan jaringan internasional, peningkatan riset yang berdampak nyata, serta penguatan keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan masyarakat — semua itu menjadi agenda besar yang sedang dan akan terus dijalankan.
Bagi para calon mahasiswa yang sedang mempertimbangkan pilihan kampus, Universitas Malikussaleh menawarkan lebih dari sekadar tempat belajar. Ia adalah ruang bertumbuh — akademis, sosial, dan manusiawi — yang terus membuktikan bahwa dari Aceh, sebuah universitas mampu berdiri sejajar dengan perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Sebuah janji yang, hari demi hari, terus dipenuhi.































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda