Breaking News
Memuat breaking news...

Urai Kelangkaan Minyakita, Rudi H Bangun: Pastikan Buah Sawit Tidak Defisit

Redaksi
Redaksi
Senin, 6 Februari 2023 - 9.38 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Anggota Komisi VII DPR RI Rudi Hartono Bangun, S.E., M.A.P., menyoroti kelangkaan Minyakita di pasaran saat ini. Rudi meminta pemerintah untuk bisa memastikan bahwa seluruh industri perkebunan sawit, baik milik negara maupun swasta tidak dalam kondisi defisit buah sawit sebagai bahan utama untuk minyak goreng.

Menurutnya, ini penting dipastikan agar persoalan kelangkaan Minyakita dipasaran bisa terurai ketika problem utamanya terselesaikan (hulu).

"Harus dilihat sisi hulu dan hilir industri sawit dan Crude Palm Oil (CPO) penghasil minyak goreng ini. Sisi hulunya adalah sektor perkebunan negara dan swasta. Apakah ada kelangkaan buah sawit sehingga bahan baku CPO untuk minyak goreng (migor) jadi sedikit dan langka sehingga barang naik dan mahal," kata Rudi Hartono Bangun dalam relisnya yang diterima di Jakarta, Senin (6/2/23).

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumatra Utara III ini menekankan agar pemerintah melakukan pengecekan secara komprehensif terhadap operasional industri perkebunan sawit dan industri minyak goreng yang memproduksi bahan baku minyak goreng.

"Di sisi hilir juga harus di cek and ricek perusahaan dan pabrik-pabrik CPO dan pengusaha minyak goreng ," tegas politikus Nasdem itu.

Dibalik langkanya Minyakita, wakil rakyat yang rutin menggelar pertemuan dengan para petani di dapilnya ini menduga, tak tertutup kemungkinan sebagian CPO mentah yang harusnya diproduksi jadi minyak goreng untuk kebutuhan dalam negeri, bisa jadi barang tersebut di ekspor semuanya oleh para pelaku usaha industri minyak goreng.

"Apakah memang barang di depo atau tangki langka dan sedikit sehingga produksi CPO untuk dijadikan minyak goreng juga sedikit atau CPO bahan baku minyak goreng tersebut di ekspor lagi seperti kasus awal dulu," tukas Rudi Hartono Bangun. (J05)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement