Breaking News
Memuat breaking news...

Viral Isu Pemalsuan Merek Antam, Permintaan Emas Antam Masih Tinggi Di Medan

Redaksi
Redaksi
Rabu, 5 Juni 2024 - 6.34 PM WIB
Viral Isu Pemalsuan Merek Antam, Permintaan Emas Antam Masih Tinggi Di Medan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Meski ada pemberitaan yang beredar mengenai 109 ton emas yang dikelola PT Antam periode tahun 2010-2021 yang dipalsukan stempel merek Antam secara ilegal. Tidak mempengaruhi penjualan ke masyarakat, khususnya di Kota Medan.

Seperti yang dikatakan Syamsul, Medan Retail Asisstant Manager Department bahwa transaksi penjualan tidak terganggu. Masyarakat terutama pelanggan Antam masih tetap setia.

"Walaupun memang ada beberap pelanggan kita yang khawatir dengan sejumlah berita yang menyesatkan mengatakan emas di Antam palsu. Padahal itu tidak benar. Sebab tidak mungkin Antam merusak reputasinya. Karena bukan emanya yang palsu namun logo atau merek Antam yang ilegal," katanya pada wartawan di Butik Emas LM Antam (BELM) Medan, Rabu (5/6/2024).

Di Medan sendiri penjualan juga tumbuh positif, artinya kepercayaan masyarakat untuk berinvestasi emas Antam masih tinggi.

"Capaian target di Mei saja sampai 90 persen. Target kami penjualan Antam hingga 26 kilo gram juga tercapai. Jadi, kalau kita nilai masyarakat masih memilih emas untuk melakukan investasi. Sebab emas ini lebih mengamankan aset dan kebal dari inflasi," terang Syamsul lagi.

Bahkan dengan memilih berinvestasi emas tak merugikan masyarakat yang secara mendadak membutuhkan dana segar. Apalagi harga emas terus mengalami kenaikan.

"Per hari ini harga emas Antam ada di Rp1.336.000 per gram nya. Kalau untuk buyback hari ini Rp1.219.000. Dan, harga emas memang saat ini mencapai harga tertinggi ya," tandasnya. (Cbud)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement