Breaking News
Memuat breaking news...

Virus Yang Serang Masyarakat Saat Ini Diprediksi Covid-19 Varian Omicron

Redaksi
Redaksi
Kamis, 17 Februari 2022 - 7.32 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Pengamat Kesehatan asal Universitas  Sumatera Utara (USU), Delyuzar dr.M.Ked (PA),Sp.PA(K) (foto) mengatakan bahwa virus yang menyerang masyarakat  saat ini diprediksi adalah covid-19 varian omicron (B.1.1.529). 

"Kalau melihat penyebarannya,  ini kemungkinan varian omicron walau tidak semua  dicek. Untungnya, cukup banyak yang tidak bergejala," kata Delyuzar pada Kamis (17/2).

Lanjutnya, dengan tingginya kasus dan apalagi beberapa kabupaten/kota sudah level 3 yang satu di antaranya  adalah kota Medan, ia mengimbau semua lapisan  masyarakat  dan pemerintah  melakukan  persiapan untuk mengantisipasi  pencegahan  penyebaran virus itu semakin meluas. 

"Sekarang inikan tentu bagaimana dengan persiapan  semua bisa melakukan pencegahan penyebaran itu sehingga banyak perguruan tinggi  tidak lagi melakukan pembelajaran seperti  semula tapi sudah lebih ke arah pembelajaran daring. Begitu juga kegiatan-kegiatan yang menghimpun  banyak orang sudah otomatis akan mulai dirubah, kembali lagi dengan aturan level tiga yang lama. Kalau kita ingin kembali ke kondisi yang lebih baik, kita harus disiplin, " jelasnya lagi. 

Ia berharap kondisi ini tidak lama karena prediksinya puncaknya di akhir Februari dan di bulan Maret turun sesuai prediksi para ahli.

Himbauannya kita harus terus waspada  karena percepatannya luar biasa. Dengan kembali dengan protokol kesehatan.  Jangan anggap remeh meski gejalanya ringan tapi  kan untuk yang memiliki comorbit tentu ini sebutnya berisiko terjadinya  keadaan berat. 

Disisi lain ia juga mengkhawatirkan  dengan  tidak optimalnya berjalannya pelayanan kesehatan  dapat menimbulkan  terhambatnya layanan esensial, sehingga penyakit infeksi lain dikhawatirkan juga rentan dimasyarkat. Apalagi imunisasinya tidak berjalan. Sehingga ia  berharap layanan esensial ini tidak berhenti termasuk imunisasi penyakit lain juga. (cbud)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement