Breaking News
Memuat breaking news...

Waduk Keuliling Krisis Debit, Hanya Dukung Suplai Air Untuk 600 Hektar

Redaksi
Redaksi
Senin, 1 April 2024 - 11.25 AM WIB
Waduk Keuliling Krisis Debit, Hanya Dukung Suplai Air Untuk 600 Hektar
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

KOTA JANTHO (Waspada): Debit air Waduk Keuliling di Gampong Kreweung Krueng, Kemukiman Lam Leuot, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, sejak beberapa waktu terakhir, dalam kondisi krisis debit air. Bahkan untuk mendukung suplai air ke areal persawahan di sekitarnya, tidak optimal sesuai dengan akumulasi areal yang diekspektasikan sejak awal.

Hal itu terungkap dalam rapat terbatas lintas OPD dengan Camat Indrapuri serta Camat Kuta Cot Glie, Minggu (31/3) menjelang siang. Adapun jajaran OPD Aceh Besar yang terlibat adalah, Kadis Pertanian Jakfar, Kadis PUPR Syahrial dan Kadis Pangan Alyadi. Juga hadir Kabag Ekonomi Darwan Asrizal, Camat Indrapuri Irda Junaidi dan Camat Kuta Cotglie Zulkifli.

“Saat ini kondisi debit air waduk keuliling secara umum di bawah batas maksimal, hingga perannya untuk suplai air irigasi seluas 600 hektar lebih juga tidak tercapai,” kata Jakfar yang memimpin rapat tersebut.

Menurut Jakfar, prediksi luas areal yang dilayani oleh ‘tumpahan’ air dari dam Waduk Keuliling mencapai 600 hektar lebih, dengan lokasi di 13 Gampong yang tersebar dalam wilayah Kecamatan Kuta Cot Glie dan Indrapuri.

“Namun sebagian dari luasan areal itu memakai sistem pompanisasi, karena gagal tercover dengan suplai air dari Waduk Keuliling. Sistem pompanisasi oleh beberapa kelompok tani itu telah berlangsung beberapa tahun terakhir,” sebut Jafar dan diakui oleh Kadis PUPR Aceh Besar Syahrial.

Secara umum, dua irigasi besar di Aceh Besar melayani areal persawahan di Aceh Besar, dari Seulimuem hingga Darul Kamal dan Darussalam. Kedua irigasi itu adalah Irigasi Krueng Aceh dan Irigasi Krueng Jreu. Hanya untuk area di seputaran waduk Keuliling dilayani dengan surplus air melalui dalam waduk. Namun sejak beberapa tahun terakhir, fungsi itu tak maksimal, karena debit air di Waduk Keuliling makin menyusut.

Kondisi itu akibat areal tangkapan air (catchmen area) yang makin berkurang di hulu, sebagai efek langsung dari penebangan hutan dan lainnya.

Pada sisi lain, rapat itu terungkap jika keberadaan venue Cabor Dayung PON 2024 di Waduk Keuliling telah menghadirkan harapan bagi warga sekitar. Karena fasilitas infrastruktur ke waduk yang berjarak sekitar 35 kilometer dari Kota Banda Aceh itu, kini telah membentang mulus.

Peningkatan jalan menuju waduk Keuliling terutama dari badan jalan Nasional menuju waduk sepanjang lima kilometer, tak lepas dari usulan Pj Bupati Aceh Besar tahun 2022 lalu. Saat itu Pj Bupati Muhammad Iswanto mengusulkan tiga ruas jalan, yaitu Jalan Lamtamot-Panca sepanjang 12 kilometer, peningkatan jalur Blang Bintang-Krueng Raya hingga pelebaran jalan masuk ke Waduk Keuliling.

“Alhamdulillah, ketiga ruas jalan itu kini telah tuntas ditingkarkan. Atas nama Pemkab Aceh Besar dan pribadi, kami mengucapkan terimakasih atas peningkatan ke tiga jalur tersebut,” kata Pj Bupatu Aceh Besar Muhammad Iswanto secara terpisah.

Selain itu, pembenahan total waduk, termasuk pengerukan, telah membuat kondisi waduk kini makin tertata rapi, serta akan menjadi potensi wisata yang makin diminati. “Ini adalah potensi geliat ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan dari masyarakat sekitar waduk. Karena semua fasilitas di waduk, termasuk gedung hingga lokasi parkir akan menjadi daya dukung tersendiri untuk membuat wisatawan atau pelancong berkunjung ke waduk Keuliling, terutama setelah pelaksanaan PON ke-21," imbuh Jafar.

Selama PON berlangsung, katanya, juga akan terjadi perputaran uang di seputaran waduk, karena ribuan orang akan berkunjung setiap harinya ke Waduk Keuliling. Mulai dari seribuan atlet hingga para pendamping dan warga yang ingin menyaksikan event pesta olahraga terakbar di negeri ini,” ujar M Jafar yang ikut dibenarkan oleh Kadis Pangan Alyadi. (b05)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement