Breaking News
Memuat breaking news...

Warga Aceh Utara Kesulitan Evakuasi Korban Meninggal Dari Kawasan Terisolir

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 27 Januari 2024 - 12.47 PM WIB
Warga Aceh Utara Kesulitan Evakuasi Korban Meninggal Dari Kawasan Terisolir
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LHOKSUKON (Waspada): Dua warga meninggal dunia diduga kehabisan oksigen, di kawasan terisolir Lubok Kliet, Gampong Baree Blang, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara. Proses evakuasi korban terkendala kondisi jalur transportasi ke kawasan perkebunan yang sulit dilintasi.

Informasi diterima Waspada, Kamis (27/1) dari warga Lubok Kliet, kedua korban meninggal saat membersihan sumur pada Rabu (26/1) sore. Karena kedalaman sumur, mereka diduga meninggal kehabisan oksigen. Korban M.Saifi,44, merupakan warga Gampong Ceubrek, Kecamatan Meurah Mulia. Sementara korban lainnya Ridwan,37, warga Buket Makarti, Kecamatan Tanah Luas.

Menurut sejumlah sumber, korban Ridwan turun ke dasar sumur yang kedalaman mencapai 13 cicin. Tujuannya untuk membersihkan lumpur karena kondisi sumur kering. Beberapa saat perada di dalam sumur, korban menjadi lemas. Melihat kondisi tersebut, warga lain Iqbal berusaha untuk membantu. Namun belum sampai Iqbal di dasar sumur, dia merasakan kesulitan bernafas. Dia kemudian naik kembali.

M.Saifi, pemilik sumur kemudian turun sendiri untuk membantu Ridwan. Saifi juga mengalami hal yang sama, dia lemas tidak bisa bergerak lagi. Selanjutnya Faisal ikut membantu korban yang masih berada di dalam sumur. Dia juga sempat merasa lemas, namun sejumlah warga lainnya datang dan membantu mereka. Kedua korban Ridwan dan M.Saifi tidak tertolong dan meninggal dunia.

Lubok Kliet Kawasan Terisolir

Koban selanjutnya dievakuasi ke desa masing-masing. M.Saifi diantar menggunakan ambulan ke Gampong Ceubrek, Meurah Mulia. Sementara korban Ridwan di antar ke Buket Makarti, Tanah Luas.

Menurut Ketua Pemuda Baree Blang, proses evakuasi korban terkedala dengan kondisi Jalan Baree Blang - Lubok Kliet sulit dilintasi. Jalan berlumpur akibat tidak pernah diperbaiki. Ambulan sempat berhenti beberapa kali karena terkendala jembatan dari batang kelapa. Namun evakuasi tetap dilanjutkan, karena hanya Jalan Baree Blang - Lubok Kliet, satu-satunya jalur akses ke kawasan terpencil itu. Sementara jembatang penghubung Baree Blang - Darussalam (Kec.Geureudong Pase) telah hancur dihantam banjir beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Kepala Dusun Lubok Kluet Ramli menjelaskan, sejak jembambatan penghubung Gampong Baree Blang – Darussalam (Kec.Geureudong Pase) hancur, warga Lubok Kliet terisolir. Warga terpaksa menggunakan rakit untuk bisa mendapatkan kebutuhan rumah tangga di Pasar Peuteut, Kecamatan (Lhokseumawe).

Menurut warga, rakit merupakan satu-satunya alat transportasi warga untuk keluar dari kawasan perkebunan kelapa sawit. Ketika debit air Krueng Pasai rendah, rakit juga mengangkut sepeda motor. Namun ketika debit air tinggi, warga tidak bisa melintasi jalur tersebut. “Ketika air sungai banyak, rakit tidak bisa melintas,” jelas Ramli.(b08)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement