Breaking News
Memuat breaking news...

Warga "Serbu" Pasar Murah

Redaksi
Redaksi
Senin, 16 Oktober 2023 - 11.09 AM WIB
Warga "Serbu" Pasar Murah
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MADINA (Waspada): Warga "menyerbu" pasar murah beras di pelataran Masjid Raya Assyuhada’a, Desa Gunungtuaraya, Kec. Panyabungan, Kab. Mandailingnatal, Senin (16/10).

Sedangkan Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution sempat berkelakar ke warga. "Jangan nanti saya dikatakan jual beras ya, ini adalah program pemerintah pusat ke daerah," ujar Atika.

Panitia dari Dinas Ketahanan Pangan Madina menurunkan tujuh ton beras di lokasi, dengan harga Rp57.000/5 kg. Setiap warga hanya bisa dapat jatah paling banyak 3 karung ukuran 5 Kg.

Pasar murah beras dalam rangkaian memperingati Hari Pangan Sedunia ini dibuka Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi.

Warga "menyerbu" pasar murah beras di pelataran Masjid Raya Assyuhada’a, Desa Gunungtuaraya, Kec. Panyabungan, Kab. Mandailingnatal. Waspada/Ist

Atika menjelaskan, bukan hanya karena Hari Pangan Sedunia saja sehingga Pemkab turun langsung, namun memang sudah wajar pemerintah hadir di masyarakat.

Wabup Madina mengatakan, harga beras disebabkan tidak banyaknya daerah lumbung beras yang produksi akibat gagal panen karena dampak Elnino.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Madina Taufik Zulhendra Ritonga memastikan, baras yang dipasarkan ke warga sudah melalui proses pemeriksaan laboratorium.

“Meski beras ini berasal dari negara Vietnam, namun beras ini telah terlebih dahulu melalui proses pemeriksaan di laboratorium, kemudian masuk ke gudang Bulog baru ke warga, jadi beras dipastikan aman dan jangan disangsikan,” jelas Taufik.

Beras ini, kata Kaban Ketapang Madina, adalah beras cadangan pemerintah, kalaupun ada yang barkembang bahwa adanya beras plastik, ia pastikan beras Bulog ini jangan ada keraguan dari warga karena mutu dan kualitas beras yang dipasarkan sama dengan beras lokal. "Ini sudah tertata rapi secara laboratorium baru bisa lepas ke kabupaten/kota," ujarnya.

Dari data Dinas Ketahanan Pangan Madina, sejak harga beras naik, pemerinritah telah melaksanakan enam kali pasar beras murah. Tertotal sudah 42 ton beras Bulog yang diturunkan untuk membantu warga di tengah naiknya harga beras.(irh)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement