Breaking News
Memuat breaking news...

Warga Tolak Bumper Sibolangit Digusur

Redaksi
Redaksi
Rabu, 25 Januari 2023 - 5.48 PM WIB
Warga Tolak Bumper Sibolangit Digusur
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Seratusan warga Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang menggelar aksi unjukrasa di depan gedung DPRD Sumut, Rabu (25/1). Mereka dengan tegas menolak penggusuran bumi perkemahan (Bumper) Sibolangit dan mengklaim bahwa Pemprovsu tak pernah punya aset di kawasan itu.

Sambil meneriakka berbagai yel-yel, dan membawa sejumlah spanduk, kuasa hukum masyarakat, Tommy Aditiya Sinulingga, menegaskan tekadnya untuk tetap menolak pengosongan bumper, karena kawasan itu merupakan milik masyarakat yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu.

"Ini sudah yang kedua kami datang, dan kami tegaskan tidak akan mau meninggalkan daerah yang sudah kami huni puluhan tahun," ujar Tommy di hadapan tiga anggota DPRD Sumut, Ahmad Hadian, Timbul Sinaga dan Berkat Laoly, yang datang menemui aksi mereka.

Kedatangan ratusan warga ini yang dijaga personel keamanan ini digelar, menyusul adanya pernyataan dari Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu, yang berencana melakukan penertiban di tempat tinggal mereka pada bulan Januari 2023 ini.

Hal ini sontak mendapat penolakan dari salah seorang perempuan, Anita boru Ginting yang menyebutkan, anak-anak mereka akan menderita jika bumper dikosongkan.

"Dari dulu, kami diberitahu tidak pernah ada aset Pemprovsu di sini, tapi kini tiba-tiba minta dikosongkan, mau ke mana anak-anak kami," ujarnya.

Dia menambahkan, warga Bandar Baru berhak tinggal di bumi Indonesia. "Kami punya anak cucu yang harus kami layani dan rawat. Kini mereka mulai trauma. Nenek, ibu kapan kita akan digusur? Di mana kami akan tidur,” kata Br Ginting menirukan keluhan anak-anaknya.

Senada, kuasa hukum masyarakat, Tommy Aditiya Sinulingga menyebutkan, akibat adanya rencana penggusuran, warga di Bandar Baru ketakutan rumah-rumah yang lain yang bakal digusur.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa saat ini masyarakat di sana masih melakukan aktivitas seperti biasa, namun dalam ketakutan. "Masih tetap beraktivitas bahwa mereka tetap mempertahankan hak-haknya," ungkapnya.

Lalu, saat disinggung soal keberadaan sejumlah rumah mewah yang berdiri di sana, ia mengatakan bahwa itu hanya isu yang diciptakan oleh Pemprovsu.

Setelah cukup lama berorasi, 15 perwakilan aksi diterima untuk berdialog dengan tiga anggota DPRD Sumut Ahmad Hadian, Timbul Sinaga dan Berkat Laoly.

Dari pertemuan itu disepakati bahwa dalam waktu dekat, dewan akan digelar rapat dengan pihak terkait. "Kita harap jangan ada ditunda, karena kami sudah serahkan surat dan bukti kepemilikan lahan warga Sibolangit, kami ingin cepat tuntas masalah ini," pungkas Tommy Aditiya Sinulingga. (cpb)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement