Breaking News
Memuat breaking news...

Waspadai ISPA Dan DBD Di Januari

Redaksi
Redaksi
Selasa, 16 Januari 2024 - 2.28 PM WIB
Waspadai ISPA Dan DBD Di Januari
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Memasuki musim penghujan atau pancaroba, masyarakat diminta untuk waspada terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Hal ini dikatakan Kepala Puskesmas Bestari, Mayer Situmorang dan Kepala Puskesmas Helvetia, Heva Julietta Sinaga kepada Waspada pada Selasa, (16/1).

Heva Julieta menjelaskan memang saat ini untuk kasus DBD belum begitu tinggi, hanya saja karena sedang musim hujan himbaunya masyarakat harus tetap waspada.

"Cuma karen sekarang sedang musim hujan, kita waspada dengan genangan air tempat berkembangbiak nyamuk aedes itu. Saat ini kita gencar melakukan Edukasi dan penyuluhan tentang pemberantasan sarang nyamuk (PSN)," jelasnya.

Ia menambahkan PSN dengan 3M plus yakni menguras, menutup, mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk dan plusnya diantaranya menaburkan bubuk larvasida, menggunakan obat nyamuk, kelambu dan memelihara ikan pemakan ikan.

Terkait ISPA, Kapus Bestari, Mayer Situmorang menyebutkan bahwa penyakit ini mulai banyak ditemukan pada pasien yang datang ke Puskesmas Bestari, seperti flu. Penyebabnya juga bermacam-macam ada karena daya tahan tubuh, dan cuaca.

Untuk mencegahnya, dia berharap masyarakat agar mengurangi tempat berkumpul-kumpul dan juga gunakan masker agar terhindar dari virus-virus atau bakteri penyebab ISPA.

"Jangan lupa cukupi juga asupan makanan yang bergizi mulai makan sayur mayur, buah-buahan dan juga makanan makanan yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh," tegasnya. (Cbud)

Ilustrasi

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement