Breaking News
Memuat breaking news...

Yadhi Minta Perbaikan Bendung Dalu-Dalu Tak Rugikan Petani dan Nelayan

Redaksi
Redaksi
Selasa, 11 Agustus 2026 - 1.03 PM WIB
Yadhi Minta Perbaikan Bendung Dalu-Dalu Tak Rugikan Petani dan Nelayan
Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumut, Ir H Yadhi Khoir Harahap, MBA. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumut, Ir H Yadhi Khoir Harahap, MBA, meminta pelaksana pekerjaan perbaikan Bendung Daerah Irigasi (DI) Cinta Dame/Cinta Maju di Sei Dalu-Dalu, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, segera mengatasi dampak pengalihan aliran air terhadap masyarakat.

Pasalnya, pengalihan aliran air selama pekerjaan berlangsung disebut menyebabkan sebagian lahan pertanian terdampak limpasan air, sementara nelayan di Desa Kuala Indah kesulitan melaut karena berkurangnya debit air menuju muara.

“Nelayan Kuala Indah juga tidak bisa melaut karena pengalihan air sungai untuk pekerjaan perbaikan bendung DI Cinta Dame/Cinta Maju di Sei Dalu-Dalu,” ujar Yadhi, Minggu (9/8/2026).

Menurut Yadhi, keluhan tersebut disampaikan kepala desa dan masyarakat Kuala Indah kepadanya. Selain nelayan, petani juga terdampak karena sebagian air melimpas dan menggenangi lahan tanaman.

“Sebagian masyarakat terdampak air melimpas dan merusak tanaman mereka. Sebagian lagi air tidak sampai ke muara Sei Dalu-Dalu dan Sei Tanjung sehingga nelayan sulit menuju laut,” katanya.

Yadhi mengatakan, persoalan tersebut perlu segera ditangani agar pekerjaan perbaikan bendung tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Ia juga menyoroti sosialisasi pekerjaan kepada masyarakat yang berada di sekitar aliran Sei Dalu-Dalu, Sei Tanjung dan Sei Gambus.

“Saya menengarai adanya kelalaian dalam sosialisasi kegiatan perbaikan Bendung Cinta Dame/Cinta Maju di Sei Dalu-Dalu. Pekerjaan tersebut tidak disosialisasikan secara baik dan menyeluruh kepada semua masyarakat terdampak,” ujarnya.

Yadhi mengaku telah menyampaikan protes kepada Kepala UPT Bah Bolon, Syahrial Efendi, serta berkomunikasi dengan kepala seksi terkait, Sadikan. Ia meminta pihak pelaksana segera menyampaikan penjelasan kepada masyarakat dan menyiapkan langkah untuk meminimalkan dampak pekerjaan.

“Saya sudah meminta mereka segera menyampaikannya kepada masyarakat dan mencari solusi agar dampak pengerjaan dapat seminimal mungkin sehingga tidak merugikan masyarakat,” katanya.

Setelah mendapat protes, Kepala UPT Bah Bolon disebut mulai melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak yang terdampak. Yadhi meminta koordinasi tersebut menghasilkan solusi konkret di lapangan.

Ia juga memastikan akan melakukan pengawasan terhadap proyek tersebut karena merupakan pekerjaan provinsi.

“Saya akan terus memantau dan melakukan pengawasan sebagaimana fungsi kami sebagai anggota DPRD Sumatera Utara, apalagi ini merupakan proyek provinsi,” ujarnya.

Yadhi menegaskan, perbaikan Bendung Dalu-Dalu tetap harus dilanjutkan hingga selesai karena berkaitan dengan kebutuhan pengairan lahan pertanian di kawasan DI Cinta Dame/Cinta Maju.

Menurutnya, sekitar 1.460 hektare lahan tanaman padi membutuhkan dukungan sistem irigasi tersebut. Perbaikan bendung juga telah menjadi aspirasi masyarakat selama lebih dari tiga tahun.

“Yang jelas, pekerjaan perbaikan Bendung Dalu-Dalu harus sukses karena itu merupakan pengaduan, tuntutan, dan harapan masyarakat, khususnya petani yang berada di lingkup DI Cinta Dame/Cinta Maju,” katanya.

Namun, ia mengingatkan proses pengerjaan tidak boleh mengorbankan masyarakat lainnya, termasuk nelayan.

“Perbaikan bendung harus dilakukan, tetapi tahapan pengerjaannya tidak boleh juga mengorbankan masyarakat lainnya,” tegasnya.

Yadhi berharap pengaturan aliran air selama pekerjaan dapat dilakukan dengan baik sehingga perbaikan bendung berjalan lancar dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat tanpa menimbulkan dampak baru. (wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement