Breaking News
Memuat breaking news...

YAKOPI Beri Penghargaan Pejuang Mangrove Di Empat Provinsi pada Hari Mangrove Sedunia 2026

Redaksi
Redaksi
Senin, 27 Juli 2026 - 9.00 PM WIB
YAKOPI Beri Penghargaan Pejuang Mangrove Di Empat Provinsi pada Hari Mangrove Sedunia 2026
Yayasan Konservasi Pesisir Indonesia (YAKOPI) memberikan Mangrove Heroes Awards 2026 sebagai bagian dari peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id) – Yayasan Konservasi Pesisir Indonesia (YAKOPI) memberikan Mangrove Heroes Awards 2026 sebagai bagian dari peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026. Penghargaan tersebut diberikan kepada pemerintah desa, kelompok restorasi, dan kelompok pemberdayaan masyarakat yang dinilai berhasil menjaga ekosistem mangrove, memperkuat kelembagaan lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Mengusung tema "Honoring Conservation, Inspiring Generations, Restoring the Future", penghargaan ini menjangkau empat provinsi, yakni Sumatera Utara, Aceh, Riau, dan Kepulauan Riau. Program tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam memperkuat konservasi mangrove sekaligus memperluas praktik-praktik terbaik di berbagai daerah.

Direktur Eksekutif YAKOPI, Meilinda Suriani Harefa, mengatakan penghargaan ini lahir dari pengalaman mendampingi masyarakat pesisir yang selama ini bekerja menjaga dan memulihkan kawasan mangrove dengan berbagai tantangan.

"YAKOPI Mangrove Heroes Awards dibangun untuk menghargai orang-orang dan kelompok yang menjaga mangrove melalui kerja sehari-hari. Penghargaan ini bukan sekadar menentukan siapa yang terbaik, tetapi membuka ruang agar praktik-praktik baik di desa dapat diakui, dipelajari, dan diperluas melalui dukungan pemerintah serta kolaborasi lintas pihak," ujarnya.

Penilaian dilakukan dalam tiga kategori, yakni Pendukung Terbaik Versi Pemerintah Desa, Kelompok Restorasi Terbaik, dan Kelompok Pemberdayaan Masyarakat Terbaik. Ketiga kategori tersebut mencerminkan sinergi antara kepemimpinan desa, upaya pemulihan ekosistem, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat yang tetap memperhatikan kelestarian mangrove.

Untuk Provinsi Sumatera Utara, penghargaan Pendukung Terbaik diberikan kepada Pemerintah Desa Hiligawolo. Sementara Kelompok Bakau Laut dari Desa Pekan Bandar Khalipah meraih penghargaan Kelompok Restorasi Terbaik, dan Kelompok Berkah Makmur dari Desa Pasar Rawa dinobatkan sebagai Kelompok Pemberdayaan Masyarakat Terbaik.

Kepala Desa Hiligawolo, Fedilina Baeha, mengaku bangga atas penghargaan tersebut. Menurutnya, penghargaan itu menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menjaga kelestarian mangrove.

"Saya mengenal YAKOPI sejak 2023 melalui program restorasi mangrove. Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh kelompok dan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus melestarikan mangrove," katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumatera Utara, Heri W. Marpaung, mengapresiasi konsistensi YAKOPI dalam mendukung pelestarian lingkungan. Menurutnya, YAKOPI telah melakukan berbagai kegiatan restorasi mangrove di Kabupaten Langkat, Serdang Bedagai, dan Nias, serta melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama konservasi.

Di Provinsi Aceh, penghargaan Pendukung Terbaik diberikan kepada Pemerintah Desa Meunasah Asan, sedangkan Kelompok Tangar Lugu dari Desa Lugu menjadi Kelompok Restorasi Terbaik dan Kelompok Lumina Food dari Desa Labuhan Bakti sebagai Kelompok Pemberdayaan Masyarakat Terbaik.

Sementara di Provinsi Riau, penghargaan diberikan kepada Pemerintah Desa Teluk Pambang, Kelompok KTH Bakau Indah dari Desa Kuala Patah Parang, serta Kelompok Basreng Udang Sepahat dari Desa Sepahat.

Adapun di Provinsi Kepulauan Riau, penghargaan diterima Pemerintah Desa Sawang Laut, Kelompok Sebayur dari Desa Marok Tua, dan Kelompok Pengudang Mangrove dari Desa Pengudang.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Misni, mengatakan upaya penanaman mangrove memiliki dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan pesisir.

"Penanaman mangrove bukan sesuatu yang kecil, tetapi langkah besar dalam menyelamatkan dunia," ujarnya.

Meilinda menegaskan, keberhasilan restorasi mangrove tidak hanya diukur dari banyaknya bibit yang ditanam, tetapi juga dari kesesuaian lokasi, pemeliharaan, penguatan kelompok, keterlibatan masyarakat, serta dukungan kebijakan pemerintah.

Sebagai tindak lanjut penghargaan tersebut, YAKOPI akan menyusun Buku Biografi Mangrove Heroes yang mendokumentasikan perjalanan para penerima penghargaan, mulai dari proses restorasi, tantangan yang dihadapi, hingga keberhasilan membangun kelompok dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

Menurutnya, momentum Hari Mangrove Sedunia 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni semata, tetapi menjadi penguat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan berbagai pihak dalam memperluas upaya perlindungan serta pemulihan ekosistem mangrove di Indonesia. (wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement