Breaking News
Memuat breaking news...

Yasonna Laoly: 4 Pilar Penting Untuk Jaga Keutuhan Bangsa

Redaksi
Redaksi
Senin, 25 November 2024 - 9.48 PM WIB
Yasonna Laoly: 4 Pilar Penting Untuk Jaga Keutuhan Bangsa
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Anggota DPR RI Yasonna H. Laoly menekankan Empat Pilar Kebangsaan sebagai fondasi utama untuk menjaga keutuhan dan stabilitas bangsa.

Dalam sesi sosialisasi Empat pilar kebangsaan yang diadakan di Medan, Minggu (24/11/2024), Yasonna menjelaskan, keempat pilar kebangsaan yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara adalah pedoman yang tidak hanya relevan, tetapi juga sangat krusial dalam menghadapi tantangan global.

Menurutnya, tantangan kebangsaan itu ada yang datangnya dari internal dan eksternal. Tantangan kebangsaan internal di antaranya masih lemahnya penghayatan dan pengamalan agama serta munculnya pemahaman terhadap ajaran agama yang keliru dan sempit, pengabaian terhadap kepentingan daerah serta timbulnya fanatisme kedaerahan, kurang berkembangnya pemahaman dan penghargaan atas kebhinnekaan dan kemajemukan.

Oleh karena itu, menurut Yasonna, pemahaman dan pengamalan Empat Pilar oleh seluruh elemen masyarakat adalah kunci untuk memperkuat identitas nasional dan mencegah konflik horizontal yang berpotensi mengganggu harmoni kehidupan bermasyarakat.

"Sosialisasi ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi sebuah upaya strategis untuk mengingatkan kembali betapa pentingnya nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari," tegas Yasonna.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi perlunya sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan dalam menyebarluaskan nilai-nilai ini. "Melalui pendidikan dan diskusi terbuka seperti ini, kita dapat membangun generasi muda yang tidak hanya memahami, tetapi juga mengimplementasikan prinsip-prinsip Pancasila, menghormati perbedaan, dan berkontribusi positif bagi bangsa," tambahnya.

Acara sosialisasi tersebut dihadiri oleh ratusan masyarakat dari berbagai kalangan. Diskusi interaktif yang diadakan dalam sesi tersebut juga menyoroti tantangan yang dihadapi bangsa, seperti lemahnya penegakan hukum, pengaruh globalisasi, serta radikalisme yang dapat mengancam keutuhan negara.

"Tugas kita adalah memastikan bahwa nilai-nilai luhur bangsa ini tidak hanya hidup di buku sejarah, tetapi juga menjadi napas dalam setiap tindakan kita sebagai warga negara Indonesia," pungkasnya. (cpb)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement