Breaking News
Memuat breaking news...

YP Sultan Iskandar Muda Medan Juara 1 Sekolah Moderasi Beragama Tingkat Nasional

Redaksi
Redaksi
Senin, 9 Oktober 2023 - 5.39 PM WIB
YP Sultan Iskandar Muda Medan Juara 1 Sekolah Moderasi Beragama Tingkat Nasional
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Balai Litbang Agama (BLA) Semarang  memberikan pengakuan bahwa Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YP SIM) Medan sebagai salah satu pemenang Lomba Inovasi Moderasi Beragama 2023. YP SIM meraih juara pertama sekolah moderasi beragama tingkat nasional.

Pimpinan Sekolah YP SIM, Edy Jitro Sihombing mengatakan, yayasan merasa bangga dan senang atas apresiasi dan pengakuan yang diberikan Kementerian Agama (Kemenag) kepada YP. Sultan Iskandar Muda sebagai juara 1 sekolah moderasi beragama tingkat nasional.

"Tentunya, hal ini menjadi bukti nyata bahwa Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda mampu mengintegrasikan Pendidikan multikultural dalam pembelajaran di sekolah," ujar Edy, Senin (9/10/2023).

Menurutnya, YP SIM menjadi penyejuk bagi semua orang akan indahnya keberagaman yang merupakan kekuatan bangsa. Bahwa perbedaan itu indah dan harus disyukuri.

"YPSIM bukan sekolah agama, tetapi sekolah yang mengajarkan nilai-nilai agama terhadap siswa sesuai ajaran agama yang dianut masing-masing siswa," tegasnya.

Diharapkan, lanjut Edy, prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi institusi Pendidikan lainnya. Sehingga semakin banyak sekolah yang mengajarkan pentingnya Pendidikan multikultural diajarkan kepada siswa yang akan menjadi pemimpin dimasa depan.

Edy menambahkan, sebagai sekolah yang siswanya yang heterogen baik dari suku, agama, ras, dan tingkat sosial ekonomi, Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda menjadi tempat untuk mendapatkan praktik baik bagaimana menjunjung tinggi kebhinekaan, nilai nilai toleransi serta selalu menghargai keberagaman yang merupakan kekuatan bangsa sehingga tidak lagi ditemukan konflik antar agama dan etnis di Indonesia.

"Toleransi bukan hanya sekedar kata, tetapi harus dipraktikkan dalam kehidupan nyata dengan dukungan SDM guru, fasilitas sekolah, program sekolah (kurikulum)  serta media belajar yang baik," pungkasnya. (h01)

Teks
Para Guru YP SIM berada disalahsatu rumah ibadah yang ada di YP SIM.

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement