155 Hektare Lahan Sawah di Aceh Tamiang Siap Dipanen Pascabencana


ACEH TAMIANG (Waspada.id): Bencana banjir yang melanda pada tahun 2025 sempat memukul sektor pertanian di Kabupaten Aceh Tamiang. Ribuan hektare sawah terdampak, membuat para petani harus menghadapi kerusakan lahan sekaligus ketidakpastian musim tanam.
Namun, berkat kerja keras dan dukungan berbagai pihak, upaya pemulihan kini mulai membuahkan hasil. Sebanyak 155 hektare sawah telah kembali produktif dan memasuki masa panen.
Harapan Baru dari Paya Mentah
Kebangkitan pertanian itu terlihat nyata di Kampung Paya Mentah, Kecamatan Karang Baru, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Hamparan sawah yang dulunya terendam dan rusak, kini tampak siap dipanen setelah direhabilitasi melalui program Optimalisasi Lahan Rawa (Oplah).
Prosesi panen raya ini dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Aceh, Imran, serta perwakilan dari Kementerian Pertanian.
Hampir 60 Persen Lahan Tertangani
Bupati Armia Pahmi menegaskan, pemulihan lahan pertanian menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Banjir terdahulu berdampak pada hampir 6.000 hektare dari total lebih dari 8.000 hektare lahan pertanian di Aceh Tamiang, dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang.
"Pemerintah daerah terus mengupayakan perbaikan lahan melalui dukungan anggaran dan kerja sama lintas sektor, termasuk bersama TNI. Hingga saat ini, penanganan lahan pertanian telah mendekati 60 persen," ujar Armia.
Dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dan Satgas PRR juga menjadi pendorong utama percepatan pemulihan tersebut.
Produktivitas Terus Meningkat
Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Aceh, Agus Susanto, menjelaskan bahwa 155 hektare yang kini dipanen sebelumnya mengalami kerusakan ringan. Melalui program Oplah, lahan tersebut berhasil diolah kembali dan kini menghasilkan panen dengan produktivitas mencapai 5–6 ton per hektare.
Angka ini diharapkan terus naik menjadi 6–7 ton, bahkan hingga 8 ton per hektare pada musim tanam berikutnya dengan penerapan teknologi pertanian yang lebih baik.
Ketua Satgas PRR Aceh, Imran, turut memberikan apresiasi. "Saya ingin mengapresiasi jajaran pertanian yang telah bekerja luar biasa sehingga hari ini, untuk kesekian kalinya, kita bisa melakukan panen raya di Aceh Tamiang." Kata Imran.
Lebih dari Sekadar Hasil Panen
Panen di Gampong Paya Mentah bukan sekadar angka produksi. Ini adalah simbol kebangkitan kehidupan para petani pascabencana. Kembalinya sawah ke masa produktif membuka peluang bagi mereka untuk melanjutkan usaha tani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Aceh Tamiang.
Semoga kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat petani terus berjalan, sehingga semakin banyak lahan yang pulih, semakin banyak panen yang terwujud, dan kesejahteraan petani semakin terjamin, di akhir kata Imran. (Id73)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda