18 Tahun Labura, Warga Desa Tanjung Mangedar Mimpikan Pembangunan Jalan

AEKKANOPAN (Waspada.id): Warga Desa Tanjung Mangedar, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), meminta agar pemerintah daerah melakukan pembangunan badan jalan desa yang kondisinya saat ini masih sangat memprihatinkan dan belum tersentuh pembangunan.
Akses badan jalan sepanjang lebih kurang 4,5 kilometer yang memanfaatkan benteng air asin ini telah berpuluh tahun menjadi jalur utama transportasi warga Desa Tanjung Mangedar ke Desa Teluk Piai untuk beraktivitas dan mengeluarkan hasil pertanian dan perkebunan.
Hingga tak jarang, badan jalan yang masih dalam kondisi tanah hasil kerukan ini sangat sulit dilalui, terlebih setelah turun hujan. Untuk menyiasati hal ini, warga kerap melakukan perawatan secara swadaya agar jalan tetap dapat dilalui.
"Perbaikan rutin saat ini dilakukan dengan cara swadaya yang bersumber dari hasil kutipan palang. Itu juga sekadar antisipasi yang kondisinya rusak parah, sekadar dapat dilalui warga saja," ucap salah seorang warga yang mengaku bermarga Sinaga, Selasa (15/9).

Minimnya perhatian pemerintah daerah untuk perbaikan infrastruktur jalan di desa sentra penghasil produk pertanian pangan terbesar di Kabupaten Labura ini telah beberapa kali mendapat sorotan dari sejumlah aktivis sosial.
Terakhir datang dari aktivis sosial Tagor Tampubolon. Tagor menilai keteledoran pemerintah daerah membangun infrastruktur layak bagi masyarakat menjadi penyebab terganggunya seluruh aktivitas warga dan menekan harga hasil pertanian dan perkebunan warga desa.
"Masyarakat sangat berharap agar jalan hancur itu segera diperbaiki. Karena sangat menyulitkan mobilitas masyarakat, anak-anak sekolah dan anjloknya harga hasil tani masyarakat. Paling menyedihkan ketika ada warga yang sakit yang harus segera mendapat perawatan medis, maka akan terkendala karena sulitnya akses jalan," kata Tagor kala itu.
Harapan akan adanya perbaikan jalan penghubung Desa Tanjung Mangedar ke Desa Teluk Piai ini juga disampaikan oleh H. Sinaga, seorang pemuka masyarakat Kecamatan Kualuh Hilir, Selasa (15/9), melalui pesan WhatsApp.
Sinaga menyampaikan jika kondisi jalan penghubung Desa Tanjung Mangedar ini tergantung pada kondisi alam.
"Kebetulan saat ini masih dalam kondisi kemarau, jadi warga yang melintas hanya berhadapan debu dan lubang pada jalan. Namun, di saat masuk pada musim hujan, jalan ini sangat menyedihkan dan akan sangat menyulitkan warga," ucap Sinaga.
Menurutnya, sudah sangat layak dan patut pemerintah daerah menjadikannya program prioritas pembangunan dalam waktu dekat.
"Badan jalan ini adalah akses utama warga dari Tanjung Mangedar sampai Teluk Piai dan menjadi urat nadi ekonomi warga di sini. Warga telah sangat lama memimpikan agar jalan ini layak dilintasi dan bisa dilalui roda empat, baik di saat kemarau dan di saat penghujan," harapnya.
Minimnya pembangunan infrastruktur di Desa Tanjung Mangedar ini coba ditanyakan kepada Camat Kualuh Hilir, Nasrun Rambe, Selasa (15/9), perihal usulan prioritas dalam Musrenbang kecamatan. Sayangnya, Nasrun Rambe tidak bersedia memberikan keterangan saat dikonfirmasi. (id31)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda