2,2 Juta Batang Kopi Arabika Ditanam Serentak, Taput Bidik Perluasan Kawasan hingga 19.252 Hektare

TARUTUNG (Waspada.id) : Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) menggerakkan penanaman 2,2 juta batang kopi Arabika secara serentak di sembilan kecamatan. Gerakan tersebut dipusatkan di Desa Jambur Nauli, Kecamatan Tarutung, Jumat (18/9), sebagai upaya memperkuat komoditas unggulan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Gerakan Tanam Serentak Pengembangan Kawasan Kopi Arabika itu dipimpin Bupati Taput Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., didampingi Ketua TP PKK Taput Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, Kepala Dinas Pertanian Victor Siagian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan SEY Pasaribu serta sejumlah pimpinan perangkat daerah.
Kegiatan tersebut juga diikuti secara virtual dari delapan kecamatan lainnya, yakni Siborongborong, Muara, Pagaran, Sipoholon, Siatas Barita, Sipahutar, Pangaribuan dan Garoga.
Bupati Jonius mengatakan, gerakan penanaman kopi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem pertanian yang maju, modern, berbasis teknologi dan berkelanjutan.
Menurutnya, luas tanaman kopi Arabika di Taput pada 2025 mencapai 16.922,57 hektare dengan produksi 15.998,96 ton. Melalui program tersebut, pemerintah daerah menargetkan perluasan kawasan kopi hingga 19.252 hektare pada 2026.
“Pengembangan kopi tidak boleh berhenti pada tahap penanaman saja. Harus dikawal hingga panen, pascapanen dan pemasaran agar memberikan nilai tambah serta meningkatkan pendapatan petani,” ujar Jonius.
Ia menekankan, pendampingan terhadap petani harus dilakukan secara berkelanjutan sehingga pengembangan kawasan kopi tidak hanya meningkatkan luas tanam, tetapi juga berdampak terhadap produktivitas dan pendapatan masyarakat.
Wakil Bupati Taput Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., mengatakan kopi menjadi salah satu komoditas yang dikembangkan karena memiliki nilai ekonomi dan harga yang relatif baik.
Pemkab Taput, katanya, akan memperkuat pelatihan dan pendampingan bagi petani, termasuk membuka peluang pemanfaatan lahan-lahan kosong untuk pengembangan tanaman kopi.
“Bertani adalah pekerjaan yang sangat berharga. Kepada para pemuda, bila mau bertani, itu adalah pilihan yang sangat baik,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian Taput Victor Siagian menjelaskan, pengembangan kawasan kopi seluas 2.000 hektare merupakan hasil kolaborasi Pemkab Taput, Kementerian Pertanian RI dan Pemprov Sumatera Utara.
Sebanyak 2,2 juta bibit kopi disalurkan secara bertahap kepada kelompok tani penerima manfaat. Tahap pertama sebanyak 845 ribu batang, tahap kedua 510 ribu batang dan tahap ketiga 845 ribu batang.
Gerakan Tanam Serentak tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Kabupaten Tapanuli Utara dengan tema “Pertanian Berkelanjutan, Ekonomi Tapanuli Utara Maju”.
Melalui pengembangan komoditas unggulan dan penguatan dukungan kepada petani, Pemkab Taput mendorong sektor pertanian menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah. (id31)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda