Breaking News
Memuat breaking news...

20 Kursi Panas di Aceh Utara: Siapa Bertahan, Siapa Tergusur?

Redaksi
Redaksi
Rabu, 22 Juli 2026 - 4.00 PM WIB
20 Kursi Panas di Aceh Utara: Siapa Bertahan, Siapa Tergusur?
Sekda Aceh Utara Dayan Albar
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Rabu pagi, 22 Juli 2026, aula Setdakab Aceh Utara dipenuhi wajah-wajah serius. Dua puluh pejabat eselon II akan diuji kemampuannya oleh, panel penilai, dan momen ini adalah masa depan karier mereka. Uji kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama bukan sekadar formalitas. Ia adalah pintu masuk menuju rotasi dan mutasi jabatan strategis yang bisa mengubah peta birokrasi daerah.

“Pelaksanaan uji kompetensi ini adalah tahapan penting dalam memperkuat reformasi birokrasi,” ujar Sekda Aceh Utara, Dayan Albar, yang sekaligus menjadi Ketua Panitia Seleksi.

Merit System di Atas Kertas

Prinsip merit system digadang sebagai roh seleksi: menempatkan pejabat berdasarkan kompetensi, kinerja, dan integritas. Namun di balik jargon itu, publik bertanya-tanya: apakah benar hasil uji akan murni menentukan siapa yang layak, atau ada ruang bagi kepentingan politik dan kedekatan personal?

Kadis BKPSDM, Saifuddin, menegaskan hasil uji kompetensi hanyalah salah satu dasar pertimbangan. Keputusan akhir tetap berada di tangan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Artinya, meski nilai ujian tinggi, belum tentu kursi aman.

Daftar Nama, Daftar Taruhan

Inilah 20 pejabat yang masuk arena uji kompetensi, masing-masing dengan kursi panas yang bisa bergeser kapan saja:

Halidi, S.Sos., M.M. – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian

Dr. Fauzan, S.STP., MPA – Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh

Syarifuddin, S.T. – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan

Jamaluddin, S.Sos., M.Pd. – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Ir. Jaffar, S.T., M.S.M. – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Erwandi, S.P., M.Si. – Kepala Dinas Pertanian dan Pangan

dr. Syarifah Rohaya, Sp.M. – Direktur RSU Cut Meutia

Drs. Saiful Basri, M.A.P. – Sekretaris DPRK Aceh Utara

Drs. Adamy, M.Pd. – Kepala Bappeda

Iskandar, S.STP., M.S.P. – Kepala Satpol PP dan Wilayatul Hisbah

Teuku Cut Ibrahim, S.E., M.Si. – Kepala Dinas Perhubungan

Adhyaryadi, S.Sos. – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

·Nazar Hidayat, S.E., M.A. – Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah

Zulkifli, S.Ag., M.Pd. – Kepala Dinas

Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata

M. Nasir, S.Sos., M.Si. – Asisten

Perekonomian dan Pembangunan

Kusairi, S.T., M.S.M. – Kepala Dinas

Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM

Fauzan, S.Sos., M.A.P. – Kepala Dinas

Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan

Hadaini, S.Sos. – Kepala Dinas Syariat Islam

Safrizal, S.STP., M.A.P. – Kepala Dinas

Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Andria Zulfa, S.E., M.Si., Ph.D. – Inspektur

Kabupaten Aceh Utara

Setiap nama bukan sekadar jabatan, melainkan simbol pengaruh, jaringan, dan tanggung jawab. Kini, semuanya dipertaruhkan di meja seleksi.

Kepala BKPSDM Aceh Utara, Saifuddin

Bagi sebagian pejabat, uji kompetensi adalah kesempatan membuktikan diri. Bagi yang lain, ia bisa menjadi awal dari pergeseran jabatan yang tak terduga.

Reformasi atau Sekadar Rotasi?

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyebut uji kompetensi sebagai bagian dari reformasi birokrasi. Tujuannya jelas: memastikan pejabat yang duduk di kursi strategis benar-benar kompeten dan adaptif. Namun publik masih menunggu bukti nyata.

“Kami ingin penempatan pejabat dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel,” tegas Dayan Albar.

Pertanyaannya: apakah hasil seleksi ini akan melahirkan birokrasi yang lebih profesional, atau sekadar memindahkan wajah lama ke kursi baru?

Menanti Keputusan

Hingga berita ini diturunkan, hasil uji kompetensi belum diumumkan. Di balik pintu BKPSDM, rekomendasi panitia seleksi sedang disusun. Di luar, publik menunggu dengan rasa ingin tahu bercampur cemas.

Karena pada akhirnya, uji kompetensi ini bukan hanya soal angka di atas kertas. Ia adalah pertaruhan: siapa yang bertahan di kursi panas, siapa yang harus angkat kaki, dan apakah Aceh Utara benar-benar sedang menuju birokrasi yang lebih bersih dan profesional.

Maimun Asnawi, S.HI.,M.Kom.I

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement