22 Finalis MQK Aceh Utara Perebutkan Tiket ke Tingkat Provinsi


ACEH UTARA (Waspada.id): Sebanyak 22 santri terbaik mengikuti babak final Lomba Muhadharah Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Kabupaten Aceh Utara Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Hasbi Assidiqi, Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Selasa (20/10).
Para finalis merupakan peserta terbaik yang lolos dari seleksi awal yang diikuti 185 pendaftar secara daring. Pada tahap awal, peserta diwajibkan mengirimkan video muhadharah berdurasi lima menit sebelum akhirnya terpilih 22 peserta untuk tampil pada babak final secara langsung, terdiri atas 11 peserta Marhalah Wustha dan 11 peserta Marhalah Ulya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Utara, M. Yunus, S.HI., melalui Sazali, S.Sos., M.Kom.I., mengatakan kegiatan MQK merupakan salah satu program prioritas Dinas Pendidikan Dayah dalam rangka pembinaan dan pengembangan kapasitas santri. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang persiapan menghadapi Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) tingkat Provinsi Aceh yang rutin digelar setiap dua tahun sekali.
Menurutnya, lomba muhadharah tidak hanya menguji kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga pemahaman peserta terhadap materi keislaman. Dewan juri melakukan penilaian berdasarkan sejumlah aspek, meliputi vokal, artikulasi, gaya penyampaian, aksentuasi, intonasi, mimik, kesesuaian tema, sistematika isi, adab dan kaidah bahasa, bacaan ayat Al-Qur'an dan hadis, serta ketepatan waktu.

Pada kategori Marhalah Wustha, juara pertama diraih Tgk. Dayyanul Azkia dari Dayah Jabar Nur, Gampong Paloh Lada, Kecamatan Dewantara. Sementara itu, pada kategori Marhalah Ulya, gelar juara pertama berhasil diraih Tgk. Amzar Al Ehyar dari Dayah Raudhatul Ma'arif, Gampong Cot Trueng, Kecamatan Muara Batu.
Para pemenang akan menerima plakat dan uang pembinaan yang akan diserahkan pada peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 di Lapangan Upacara Lhoksukon. Selain itu, para juara tingkat kabupaten akan dipercaya mewakili Kabupaten Aceh Utara sebagai duta daerah pada ajang MQK tingkat Provinsi Aceh.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang memiliki kemampuan dakwah, penguasaan kitab kuning, serta keterampilan berbicara yang baik sebagai bekal menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi. (id70)
Berita Terkait





































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda