224 Warga Pidie Jaya Digembleng Jadi Tenaga Terampil dan Wirausaha Baru224 Warga Pidie Jaya Digembleng Jadi Tenaga Terampil dan Wirausaha Baru

MEUREUDU (Waspada.id): Sebanyak 224 warga Pidie Jaya mulai digembleng melalui Tailor Made Training (TMT) 2026 Program SIGAP VOKASI (Sinergi Gerakan Pelatihan Vokasi).
Pelatihan ini tidak sekadar membekali peserta dengan keterampilan kerja, tetapi diarahkan agar mampu menciptakan usaha dan lapangan pekerjaan baru.
Pembukaan pelatihan berlangsung di Aula Cot Trieng lantai III Kantor Bupati Pidie Jaya. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh.
Plt Kepala Dinas Sosial dan P3A Pidie Jaya, Azhariyadi, mengatakan 224 peserta tersebut merupakan bagian dari tahap pertama pelaksanaan TMT. Mereka akan mengikuti pelatihan pada lima bidang keterampilan yang disiapkan sesuai kebutuhan dunia kerja dan peluang usaha.
“Peserta kita harapkan mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. Keterampilan yang diperoleh harus bisa menjadi bekal untuk bekerja maupun membuka usaha,” ujar Azhariyadi.
Kepala BPVP Banda Aceh, Rahmat Faisal, mengatakan orientasi pelatihan tidak berhenti pada kemampuan teknis. Peserta didorong memiliki kemandirian ekonomi setelah menyelesaikan pelatihan.
“Harapannya peserta mampu membuka usaha sendiri sehingga meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menciptakan lapangan pekerjaan baru,” katanya.
Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, meminta peserta tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ia menegaskan pelatihan harus menghasilkan keterampilan yang benar-benar bisa digunakan untuk menopang kehidupan ekonomi peserta.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk menambah pengalaman dan meningkatkan keterampilan. Pada akhirnya mampu menciptakan lapangan kerja sendiri,” kata Sibral.
Menurut Sibral, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi semakin penting dalam proses pemulihan ekonomi Pidie Jaya pascabencana hidrometeorologi. Pemerintah, kata dia, tidak cukup hanya memulihkan infrastruktur, tetapi juga harus memastikan masyarakat memiliki kemampuan untuk kembali produktif.
Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, program SIGAP VOKASI diharapkan melahirkan tenaga kerja terampil dan wirausahawan baru. Dengan demikian, pelatihan tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi berujung pada kemandirian ekonomi, terbukanya lapangan kerja, dan bergeraknya kembali ekonomi masyarakat Pidie Jaya. (Nas)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda