Breaking News
Memuat breaking news...

39 WNI Jadi Korban Tragedi Kapal Tenggelam di Perak Malaysia

Redaksi
Redaksi
Senin, 18 Mei 2026 - 8.30 AM WIB
39 WNI Jadi Korban Tragedi Kapal Tenggelam di Perak Malaysia
Ilustrasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Sebanyak 39 WNI ditemukan dalam tragedi kapal di Perak, Malaysia, yang tenggelam pada 11 Mei lalu dengan 23 selamat dan 16 meninggal dunia

KUALA LUMPUR (Waspada.id): Sebanyak 39 warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban dalam tragedi kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Perak, Malaysia.

Seperti dilansir Republika.co.id, Senin (18/5/26)! Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) Negeri Perak melaporkan bahwa 23 orang di antaranya ditemukan selamat, sementara 16 lainnya meninggal dunia.

Menurut Kapten Maritim Mohd Shukri Khotob, Direktur Maritim Negara Bagian Perak, informasi awal yang diterima menyebutkan jumlah korban sebanyak 37 orang, tetapi angka tersebut diyakini tidak akurat. Operasi pencarian yang telah berlangsung selama enam hari ini masih terus dilakukan untuk menemukan kemungkinan korban lain.

Detail atau identitas kapal yang membawa para WNI, yang diduga sebagai Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI), masih belum diketahui. Pada hari pertama operasi, petugas menemukan para WNI terapung di perairan.

Proses pencarian korban dilakukan secara intensif dengan melibatkan aset Maritim Malaysia, Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM), dan kapal nelayan lokal di sekitar perairan Pulau Pangkor, Pulau Kelumpang, Pulau Sangga Kechil, dan Pulau Buloh.

Mohd Shukri menyatakan bahwa seluruh jenazah yang ditemukan telah diserahkan kepada pihak kepolisian dan dibawa ke Rumah Sakit Teluk Intan dan Rumah Sakit Taiping untuk identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut.

Operasi pencarian akan terus dilakukan secara terpadu hingga seluruh korban berhasil ditemukan. Masyarakat maritim dan nelayan juga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan petunjuk atau benda mencurigakan yang dapat membantu operasi pencarian.(rep)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement