Breaking News
Memuat breaking news...

47.012 Jamaah Tiba di Tanah Air, Amirulhaj Soroti Layanan di Mina dan Kesehatan Haji

Redaksi
Redaksi
Senin, 8 Juni 2026 - 1.30 PM WIB
47.012 Jamaah Tiba di Tanah Air, Amirulhaj  Soroti Layanan di Mina dan Kesehatan Haji
Menteri Haji dan Umrah sekaligus Amirulhaj 1447H/2026 M, Irfan Yusuf bersama tim amirul haj saat jumpa pers di Bandara Soetta, Tangerang, Senin (8/6/2026)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TANGERANG (Waspada.id): Menteri Haji dan Umrah sekaligus Amirulhaj1447H/2026 M, Irfan Yusuf melaporkan bahwa hingga saat ini sebanyak 120 kloter dengan total 47.012 jamaah haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 22,77 persen dari total jamaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M.

“Alhamdulillah seluruh proses pemulangan berjalan dengan selamat. Saat ini masih berlangsung fase pemulangan dari Jeddah dan pergeseran jamaah dari Makkah ke Madinah,” ujar Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf dalam jumpa pers di Gedung VIP Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (8/6/2026). Menhaj Irfan didampingi anggota Tim Amirulhaj lainnya yakni Ilfi Nur Diana, Hasyimsyah Nasution, Heri Hermansyah, Shafira Machrusah dan Asep Saifuddin Chalim. Tim melakukan pemantauan langsung, evaluasi layanan, serta memberikan rekomendasi perbaikan penyelenggaraan ibadah haji, termasuk aspek layanan, kesehatan, transportasi, dan akomodasi.

Ia menjelaskan, fase pemulangan dari Jeddah akan berlangsung hingga 15 Juni 2026. Setelah itu, pemulangan dilanjutkan dari Madinah pada 16 Juni hingga 30 Juni 2026. Kloter terakhir diperkirakan tiba di Indonesia pada 1 Juli 2026.

Menteri Haji dan Umrah menegaskan bahwa meskipun penyelenggaraan haji secara umum berjalan baik, masih terdapat sejumlah catatan untuk perbaikan ke depan. Salah satu fokus evaluasi adalah layanan di Mina yang dinilai sebagai titik paling padat akibat keterbatasan kapasitas ruang. Selain itu, ketepatan waktu transportasi pada fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) juga menjadi perhatian, meski secara umum berjalan sesuai rencana.

Pengoperasian bus shalawat dinilai cukup baik, namun terdapat kendala sementara pada fase pasca Armuzna akibat penghentian operasional sementara. Hal ini berdampak pada waktu tunggu jamaah yang akan melaksanakan Tawaf Ifadah.

Di bidang kesehatan, penyelenggaraan haji tahun ini dinilai mengalami perbaikan dibanding tahun sebelumnya. Pemerintah juga menyoroti kebutuhan pemenuhan standar tenaga kesehatan dari Arab Saudi, yakni 1,5 dokter dan 1,7 perawat per 1.000 jamaah. Selain itu, terdapat perhatian terhadap perbedaan kompetensi antara petugas kloter dan petugas Bimbingan Ibadah Haji (BBIH). Ke depan, pelatihan petugas kloter akan diseragamkan agar kualitas layanan lebih merata.

Sejumlah catatan lain meliputi keterbatasan tenda dan fasilitas toilet di Mina, khususnya bagi jamaah perempuan, serta pengelolaan sampah plastik yang masih perlu ditingkatkan. Pemerintah Indonesia juga tengah mengkaji penggunaan bandara alternatif seperti Bandara Ta’if untuk mengurangi kepadatan di Jeddah dan Madinah.

Selain itu, kebijakan digital Arab Saudi melalui sistem Nusuk, penggunaan e-wallet, serta pengaturan syarikah dan jadwal pembayaran akan menjadi perhatian dalam penyusunan persiapan haji 2027.

Menteri Haji dan Umrah menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji, DPR, kementerian/lembaga, serta media yang telah mendukung kelancaran penyelenggaraan haji dan penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Kami berterima kasih atas kerja sama semua pihak. Informasi dari media sangat membantu menenangkan keluarga jamaah di tanah air,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh catatan evaluasi ini akan menjadi dasar penting dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan haji tahun 2027.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement