53 Dokter Baru FK UISU Resmi Diambil Sumpah, dr Mayang: Jadilah Dokter Yang Rendah Hati


MEDAN (Waspada.id): Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) melaksanakan yudisium dan pengambilan Sumpah Dokter bagi lulusan Batch III Tahun 2026, Rabu (28/10/2026). Sebanyak 53 lulusan mengikuti prosesi tersebut setelah menyelesaikan tahapan pendidikan kedokteran.
Dalam kegiatan itu, Rifda Nabilah meraih nilai tertinggi Objective Structured Clinical Examination (OSCE) sebesar 92,11. Anggara Bintang Krista Brahmana dan Adistyra Arya Putra masing-masing meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi 4,00. Sementara itu, Muhammad Syhan memperoleh nilai tertinggi Computer-Based Test (CBT) sebesar 96,36.
Dekan FK UISU, Dr. dr. Hj. Mayang Sari Ayu, MARS, M.H.Kes., Sp.KKLP, menyampaikan bahwa pengambilan sumpah tersebut menjadi penanda berakhirnya status para lulusan sebagai mahasiswa dan dimulainya perjalanan mereka sebagai dokter.
Mayang mengatakan, pelaksanaan yudisium dan Sumpah Dokter kali ini bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Ia menyebut 53 lulusan yang diambil sumpahnya sebagai bagian dari perjalanan panjang FK UISU yang telah berusia 61 tahun pada Oktober 2026.
“Pada hari ini, Rabu, 28 Oktober, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, pada hari yang bersejarah, lahirlah 53 pemuda yang menjadi dokter, yang baru mengucapkan Sumpah Dokter, yang mereka telah melepaskan status mahasiswa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, FK UISU telah meluluskan lebih dari 6.500 alumni. Dengan tambahan 53 dokter baru tersebut, jumlah alumni yang disebutkannya mencapai 6.602 orang dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Atas nama pimpinan fakultas, Mayang menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan beserta orang tua dan keluarga yang mendampingi perjalanan pendidikan mereka. Ia juga mengapresiasi perjuangan para lulusan dalam melewati berbagai tahapan pendidikan kedokteran, mulai dari perkuliahan hingga pendidikan profesi.
Menurut Mayang, perjalanan menjadi dokter bukan proses yang mudah. Para lulusan harus menghadapi ujian, menjalani pendidikan klinis, serta melewati masa-masa yang menuntut ketekunan dan kesabaran.
Setelah menyelesaikan prosesi yudisium dan Sumpah Dokter, para lulusan akan melanjutkan tahapan berikutnya, termasuk penempatan untuk menjalani program internsip di puskesmas atau rumah sakit.
Mayang berpesan agar para dokter baru menjaga akhlak, integritas, dan sikap rendah hati. Ia juga meminta mereka membawa nilai-nilai keislaman yang menjadi bagian dari identitas FK UISU dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
“Jadilah dokter yang rendah hati bahwa semakin tinggi ilmu kita, semakin kita berundur ke bumi, semakin kita baik kata-katanya, semakin luas kasih sayangnya,” ujarnya.
Mewakili Rektor UISU, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Dakwah Islam, Dr. Marzuki, S.H., M.Hum., menyampaikan ucapan selamat kepada para lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan dan resmi mengikuti pengambilan Sumpah Dokter.
Ia mengakui bahwa perjalanan menjadi dokter membutuhkan perjuangan panjang. Karena itu, ia berharap para lulusan tidak hanya berorientasi pada penghasilan, tetapi juga memberikan pelayanan yang membuat pasien merasa terbantu.
Sementara itu, Direktur RSU Haji Medan, dr. Yulinda Nasution, yang mewakili orang tua lulusan sekaligus menyampaikan sambutan dari pihak rumah sakit, menekankan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan kedokteran membawa tanggung jawab profesional, moral, dan kemanusiaan.
“Atas nama manajemen PT. Khusus Rumah Sakit Umum Haji Medan, kami mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yudisium dan Sumpah Dokter yang pada hari ini telah menyelesaikan tahapan pendidikan dan akan memasuki babak baru dalam perjalanan pengabdian sebagai seorang dokter,” ujarnya.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Medan, dr. Galdy Wafie, M.Ked(An)., Sp.An., turut menyampaikan apresiasi kepada 53 dokter baru yang telah menyelesaikan pendidikan dan mengucapkan sumpah profesi.
Galdy menegaskan bahwa setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan justru memasuki tahap baru yang menuntut pengabdian dan tanggung jawab lebih besar.
Ia membedakan keberhasilan akademik yang ditandai dengan yudisium dan pengakuan gelar dari komitmen moral yang melekat pada pengucapan Sumpah Dokter.
“
Prosesi yudisium dan Sumpah Dokter Batch III Tahun 2026 tersebut dihadiri jajaran pimpinan dan sivitas akademika FK UISU, para orang tua dan keluarga lulusan, serta perwakilan institusi pelayanan kesehatan dan organisasi profesi.
Hadir juga dr. Dewi Pangestuti, M. Biomed., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Dakwah Islamiyah; dr. Marzuki Samion, M.A. (K3), Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola; dr. Ismurrizal, S.H., M.H., Sp.F., D.Bioeth., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan; serta dr. Alamsyah Lukito, Ketua Senat Fakultas Kedokteran UISU, para guru besar, Kepala Program Studi Pendidikan Profesi Dokter, dan Kepala Program Studi Sarjana Kedokteran (S.Ked). (Wsp.id)
Berita Terkait








































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda