Breaking News
Memuat breaking news...

640 Anakan Tuntong Laut Dilepas ke Habitatnya: Ujung Tamiang Pusat Konservasi Pelestarian Tuntong Laut

Redaksi
Redaksi
Senin, 17 Agustus 2026 - 9.14 PM WIB
640 Anakan Tuntong Laut Dilepas ke Habitatnya: Ujung Tamiang Pusat Konservasi Pelestarian Tuntong Laut
Pelepasliaran satwa liar dilindungi anakan spesies Tuntong Laut (Batagur borneoensis) ke habitatnya di Ujung Tamiang, Pusong Kapal, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, Senin (17/8/2026). (Waspada.id/Ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

ACEH TAMIANG (Waspada.id): Ujung Tamiang atau dikenal dengan sebutan Kuala Pusong Kapal, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, yang merupakan pusat konservasi pelestarian satwa liar dilindungi Tuntong Laut dan objek wisata bahari, menjadi pusat perhatian karena digelar event penting dan menjadi sejarah paling berharga bagi masyarakat Kecamatan Seruway dan Bendahara.

Bagaimana tidak, pantai muara yang mempertemukan Sungai Tamiang dengan Selat Malaka tersebut telah dilakukan kegiatan massal penghormatan Bendera Merah Putih dan dikumandangkan lagu kebangsaan Indonesia pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Drs Armia Pahmi, MH, diwakili Kabag Barang dan Jasa (Barjas) pada Sekretariat Daerah Kabupaten, T. Zubaral Hadidsyah, ST. Kegiatan dimaksud juga dibarengi dengan pelepasliaran satwa liar dilindungi 640 anakan spesies Tuntong Laut (Batagur borneoensis) ke habitatnya. Tuntong Laut tersebut merupakan hasil penetasan dari pengamanan telur yang dilakukan Yayasan Satucita Lestari Indonesia (YSLI).

Penghormatan Bendera Merah Putih tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Komandan (Wadan) II Satgas Kuala TNI Jhonlin, Mayjen TNI Anggit Exton Yustiawan, yang saat ini sedang memimpin operasi kegiatan pengerukan dasar Sungai Tamiang di Muara Pusong Kapal dari pendangkalan pascabanjir hidrometeorologi akhir November 2025 lalu.

"Kita sama-sama menuju ke arah Indonesia sejahtera, Indonesia sehat, Indonesia pintar, dan Indonesia makmur," ungkap Exton Yustiawan dalam sambutannya.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Ujang Wisnu Barata, menyebutkan, YSLI yang dipimpin Yusriono merupakan mitra kerja yang tetap kontinu dan berkelanjutan sejak 18 tahun lalu telah menyelamatkan Tuntong Laut dari ambang kepunahan.

Bukan hanya sekadar sebagai penyelamat dan melestarikan keberadaan satwa langka Tuntong Laut yang mirip spesies kura-kura ini, Yayasan Satucita Lestari Indonesia turut memberikan andil besar dalam menyelamatkan ekosistem bahari yang telah melakukan penanaman ratusan ribu bibit mangrove yang sejatinya sebagai habitat berbagai satwa, baik itu Tuntong Laut, kera, kepiting, udang, dan ikan.

Ketua YSLI, Yusriono, menyampaikan, penanaman mangrove selain menjadi habitat Tuntong Laut juga telah mendatangkan dampak positif bagi nelayan tradisional.

"Secara ekonomis, para nelayan kepiting dan ikan telah mengambil manfaat besar dari situ untuk mengais rezeki buat kebutuhan keluarganya," tutur Yusriono.

Pendiri Yayasan Satucita Lestari Indonesia, Joko Guntoro, S.Sos., kepada wartawan menyebutkan, dengan adanya kegiatan Satgas Kuala TNI-Jhonlin mengatasi pendangkalan sungai dan muara Ujung Tamiang (Kuala Pusong Kapal) dengan melakukan pengerukan pasir, telah mendatangkan hikmah bagi pesisir pantai yang selama ini mengalami kondisi menyedihkan akibat abrasi.

"Pengerukan dasar sungai dan muara telah terjadi penambahan pantai. Nantinya daratan baru ini akan kita tanami pohon kelapa dan kayu mangrove. Jadi keberadaan mereka di sini sangat menguntungkan bagi daerah Aceh Tamiang," sebut Joko.

Para nelayan di pesisir Kecamatan Seruway dan Kecamatan Bendahara pun tak luput dari pengambil manfaat. Berkat adanya proyek pengerukan dasar sungai, perahu mesin dan kapal-kapal nelayan di situ sudah tidak lagi mengalami kandas. Sehingga, jalur transportasi para nelayan untuk melaut sudah lebih lancar. (Id76)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement