7.000 Pelajar Deliserdang Dapat Beasiswa Total Rp4,25 Miliar Melalui SIMPel

TANJUNGMORAWA (Waspada.id) Pemkab Deliserdang menyiapkan Rp4,25 miliar beasiswa bagi 7.000 pelajar SD dan SMP melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Tahun 2026. Program ini sekaligus menjadi langkah memperluas akses keuangan dan menanamkan budaya menabung sejak dini.
Penyerahan simbolis beasiswa berupa pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SIMPel) berlangsung pada Gebyar Hari Indonesia Menabung (HIM) Kabupaten Deliserdang Tahun 2026 di SMP Negeri 1 Tanjungmorawa, Kamis (27/8/26).
Hari Indonesia Menabung sendiri ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung, yang menetapkan 20 Agustus sebagai Hari Indonesia Menabung.
Bupati Deliserdang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Hendra Wijaya, mengatakan penyaluran beasiswa melalui rekening pelajar diharapkan tidak berhenti pada manfaat pendidikan, tetapi juga membentuk kebiasaan menabung dan kemampuan mengelola keuangan sejak dini.

“Intinya bukan sekadar kepada penerima beasiswa. Bagaimana para murid yang tidak menerima beasiswa juga kita tanamkan budaya gemar menabung, sehingga sejak usia dini mereka sudah diajarkan bagaimana mengelola keuangan dengan lebih baik,” katanya.
Program KEJAR Tahun 2026 menyasar 4.000 siswa SD dengan bantuan masing-masing Rp500.000 dan untuk 3.000 siswa SMP dengan bantuan masing-masing Rp750.000. Hingga saat ini, sebanyak 969 siswa telah menerima penyaluran, sementara 2.211 siswa sedang diajukan kepada Bank Sumut. Penyaluran penerima lainnya ditargetkan paling lama selesai pada Oktober 2026.
Hendra menegaskan, momentum Hari Indonesia Menabung harus menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan tahunan.
"Program KEJAR juga perlu diperluas ke seluruh satuan pendidikan untuk memperkuat literasi keuangan, sekaligus membentuk kecakapan hidup pelajar," sebutnya.
Dengan jumlah SD dan SMP di Deliserdang yang mencapai lebih dari seribu satuan pendidikan, ia menilai potensi pengembangan program tersebut sangat besar. Karena itu, Pemkab juga mendorong sekolah menghadirkan inovasi, seperti bank sampah, yang memungkinkan siswa belajar menabung dari hasil pengelolaan sampah bernilai ekonomi.
“Ini hanya momentum, tapi kegiatan Hari Indonesia Menabung harus terus berkelanjutan dan tidak berhenti di bulan Agustus. Inovasi harus terus dilakukan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara, Yovvi Sukandar, mengapresiasi berbagai program Pemkab Deliserdang dalam meningkatkan akses dan inklusi keuangan masyarakat.
Ia juga mendorong agar budaya menabung dikembangkan melalui inovasi yang dekat dengan kehidupan pelajar. Termasuk mengolah sampah bernilai ekonomi dan menabungkan hasil penjualannya.

“Anak-anak atau masyarakat bisa membuka rekening dari hasil mengolah sampah yang didaur ulang. Misalnya sampah yang dikumpulkan selama satu bulan, dijual dan hasilnya digunakan untuk membuka atau menambah tabungan,” jelasnya.
Menurut Yovvi, pendekatan tersebut memberikan manfaat ganda karena membangun budaya menabung sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala SMP Negeri 1 Tanjungmorawa, Bambang Suharsono dalam laporannya menyampaikan, sekolahnya menjadi salah satu sasaran Program KEJAR Tahun 2026. Dari 1.049 siswa, pembukaan rekening SIMPel dilakukan secara bertahap dengan dukungan Bank Sumut Cabang Lubukpakam.
Gebyar HIM turut dirangkaikan dengan berbagai kegiatan edukatif dan kreatif, seperti lomba puisi bertema menabung, storytelling, melukis, dan kerajinan tangan.(id.28)



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda