Acara CFD Lapangan Merdeka Disusupi Preman, Pengumpul Zakat Dikeroyok, Viral di Medsos

MEDAN (Waspada.id): Aksi seorang penggalang dana dikeroyok di tengah keramaian acara Car Free Day (CFD) di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (08/11/2026) sekira pukul 09:00 viral di media sosial Instagram.
Korban pengeroyokan bernama Rafli Kahfi, seorang petugas zakat dari Inisiatif Zakat Indonesia (IZI).
Saat itu, Rafli yang sedang menggalang donasi kemanusiaan dikeroyok di tengah keramaian.
Dalam rekaman video yang viral di IG tersebut, Rafli terlihat dikerubungi sejumlah pria di depan pertokoan Kesawan. Bajunya ditarik-tarik dan badannya didorong-dorong.
Dalam narasi video yang beredar, disebutkan ada lima pria yang diduga preman mengeroyok korban.
Bahkan ada yang menyebut para pelaku diduga mabuk.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari polisi terkait motif dan jumlah pelaku.
Salah seorang warga, Novia Ardilla Simamora, mengaku miris melihat kejadian itu. Menurutnya, kericuhan di CFD Kesawan tersebut menjadi bukti bahwa premanisme masih berkeliaran bebas di Kota Medan.
Ironisnya, kejadian itu terjadi di CFD, yang seharusnya menjadi tempat paling aman.
"CFD ini kan gawean Pemko Medan. Pemko yang bikin acaranya tiap Minggu, Pemko juga yang nempatin petugas di sana. Kalau di acara Pemko sendiri, di depan petugasnya sendiri, masih ada orang dikeroyok, terus pengamanannya di mana?", kata Novia saat dikonfirmasi, Minggu (08/11/2026).
Sebagai warga, ia berharap Pemko Medan tidak hanya diam. Ia meminta agar kejadian tersebut tidak menunggu videonya makin viral atau menunggu ada korban lagi sebelum ada tindakan.
"Ditangani lah cepat. Ditangkapi preman-premannya. Jangan dibiarin. Kalau dibiarin, besok-besok orang takut lagi datang ke CFD," tandasnya.
Terpisah, Kapolsek Medan Barat, Kompol Made Wira Suhendra, saat dikonfirmasi mengenai aksi penganiayaan yang dilakukan orang tak dikenal terhadap aksi donasi kemanusiaan mengatakan bahwa kedua belah pihak sempat ingin berdamai di Polsek Medan Barat.
Namun korban yang merasa dirugikan itu akhirnya membuat laporan di Polrestabes Medan.
"Rencananya ada mereka damai besok di Polsek Medan Barat, tapi korban engga jadi berdamai dan membuat laporan kepolisian di Mapolrestabes Medan," pungkas Kapolsek.(id88)
Berita Terkait












































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda