Breaking News
Memuat breaking news...

Acob Kabur, CCTV Lapas Langsa Rusak

Redaksi
Redaksi
Rabu, 21 Oktober 2026 - 9.53 AM WIB
Acob Kabur, CCTV Lapas Langsa Rusak
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

CCTV yang lama rusak bukan alasan untuk lengah. Patroli semestinya diperketat, titik rawan ditutup, pengawasan diperkuat.

BESI DIJEBOL. Gorong-gorong diterobos. Tembok setinggi sekitar sepuluh meter dipanjat, dilampaui. Muhammad Yacob alias Acob pun lenyap dari Lapas Narkotika Kelas IIB Langsa, Senin, 19 Oktober 2026, menjelang subuh. Lebih memalukan, sejumlah kamera yang seharusnya membantu mengawasi lapas ternyata sudah lama rusak. Di penjara ini, rupanya bukan hanya narapidana yang bisa lepas. Tanggung jawab pun mudah menguap dan disuap.

Acob bukan penghuni dengan perkara ringan. Ia dilaporkan menjalani pidana seumur hidup atas kasus narkotika. Karena menderita tuberkulosis, lelaki bertubuh kerempeng itu ditempatkan di ruang isolasi. Dari sanalah ia diduga merusak terali, melewati saluran air, lalu memanjat tembok menggunakan tali. Ada dugaan bantuan datang dari luar lapas. Ini tugas berat menyidik untuk menyelidiki.

Kepala Lapas Anggit Yongki Setiawan mengakui sejumlah CCTV sudah lama rusak. Usulan penggantian ke Ditjenpas belum terealisasi. Namun, sejak kapan keamanan penjara boleh tersandera surat-menyurat? Kamera boleh mati, pengawasan jangan ikut lumpuh. Anggaran boleh terlambat, tanggung jawab tak boleh mangkir.

CCTV yang lama rusak bukan alasan untuk lengah. Patroli semestinya diperketat, titik rawan ditutup, pengawasan diperkuat. Surat permohonan perbaikan tak boleh menjadi alibi pembiaran. Pimpinan lapas tak bisa berpangku tangan menunggu pusat. Pusat pun jangan pura-pura tak tahu.

Pertanyaannya: dari mana alat untuk menjebol besi diperoleh? Siapa memeriksa sel isolasi? Mengapa jalur gorong-gorong dan tembok tidak terpantau? Apakah patroli malam berjalan atau sekadar tanda tangan pada buku piket? Dan jika tali memang dilempar dari luar, bagaimana pergerakan di dua sisi tembok luput dari penjagaan?

Indonesia sudah kenyang dengan lakon napi kabur. Pada 2020, terpidana mati narkotika Cai Changpan lolos dari Lapas Tangerang melalui terowongan. Dua petugas menjadi tersangka karena diduga membantu menyediakan peralatan. November 2024, tujuh penghuni Rutan Salemba kabur di tengah CCTV yang sebagian mati. Maret 2025, sebanyak 52 napi berhamburan dari Lapas Kutacane, Aceh. Terlalu sering untuk disebut kecolongan. Terlalu memalukan untuk dianggap kebetulan.

Kisah pelarian kerap mengikuti dokumen arsip lama: petugas mengaku kecolongan, pimpinan membentuk tim, polisi mengejar. Setelah buronan tertangkap, perhatian pun menyusut. Siapa harus bertanggung jawab atas lubang pengamanan? Tanpa jawaban, setiap pelarian hanya menjadi latihan untuk mengulang kegagalan.

Kasus Langsa memang belum membuktikan keterlibatan orang dalam. Namun menolak prasangka bukan berarti menolak pemeriksaan. Justru untuk melindungi petugas yang jujur, seluruh rantai tanggung jawab mesti dibuka: siapa berjaga, siapa tahu kerusakan, siapa menunda perbaikan, dan siapa terakhir memeriksa ruang isolasi.

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan perlu mengaudit pengamanan Lapas Langsa secara independen dan membuka hasilnya kepada publik. Dugaan pidana diserahkan kepada polisi. Kelalaian yang terbukti harus berujung sanksi; bantuan sengaja harus dibawa ke pengadilan. Menangkap kembali Acob penting, tetapi mengembalikan kepercayaan jauh lebih berat.

Tembok sepuluh meter ternyata bisa dilewati. Yang lebih sukar ditembus justru tembok pembiaran. Acob kabur menjelang subuh. Akal sehat mungkin sudah lebih dulu meninggalkan lapas itu, ketika CCTV dibiarkan mati berhari-hari, tanpa solusi.

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement