Agara Dihebohkan Adanya Orang dengan Gangguan Jiwa Hamil

KUTACANE (Waspada.id): Warga Aceh Tenggara dihebohkan dengan adanya seorang wanita dengan gangguan jiwa yang hamil di pusat kota, tepatnya di persimpangan lampu merah yang merupakan kawasan cukup ramai dilalui kendaraan.
Masyarakat berharap keberadaan perempuan tersebut dapat menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara melalui instansi terkait. Warga menilai, kondisi yang dihadapi perempuan tersebut perlu disikapi dengan penuh kepedulian dan pendekatan yang humanis.
Kepada Waspada.id, Selasa (15/9), seorang tokoh masyarakat Aceh Tenggara, Abuaman, berharap pemerintah dapat memberikan pendampingan yang diperlukan, termasuk memastikan kondisi kesehatan serta keselamatan perempuan tersebut dan calon bayinya.
“Kami tentu merasa prihatin melihat kondisinya, terlebih beliau sedang hamil dan sering berada di kawasan lampu merah. Kami berharap ada perhatian dan pendampingan dari pemerintah agar beliau dan calon bayinya tetap dalam kondisi aman,” katanya.
Menurutnya, penanganan tidak semestinya hanya berorientasi pada penertiban. Lebih dari itu, diperlukan langkah yang menyentuh sisi kemanusiaan, seperti pemeriksaan kesehatan, pendampingan sosial, serta pemenuhan kebutuhan dasar sesuai dengan kondisi yang bersangkutan.
Ia juga berharap Dinas Sosial bersama tenaga kesehatan dan instansi terkait lainnya dapat berkoordinasi untuk melihat kondisi perempuan tersebut secara langsung dan menentukan langkah pendampingan yang paling tepat.
“Kami berharap persoalan ini bisa ditangani dengan cara yang baik dan penuh kepedulian. Yang terpenting, keselamatan beliau dan calon bayinya dapat terjaga, jangan sebaliknya instansi terkait tutup mata,” tambahnya.
Ia mengingatkan bahwa kondisi orang dengan gangguan jiwa di ruang publik membutuhkan perhatian dan pendekatan yang tepat. Kabarnya, wanita dengan gangguan jiwa ini juga pernah hamil dan melahirkan, namun bayinya entah siapa yang merawat.
Selain mempertimbangkan aspek keamanan, penanganan juga diharapkan tetap menghormati martabat dan hak setiap individu. Kepedulian bersama dapat menjadi jalan untuk menghadirkan solusi terbaik sehingga perempuan tersebut dapat memperoleh perlindungan dan pendampingan yang layak, sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi.(id80)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda