Ahmad Darwis: Guru Yang Dirindukan Harus Teladani Konsep Rahmatan Lil Alamin


MEDAN (Waspada.id): Anggota DPRD Sunut Fraksi PKS Dr. H. Ahmad Darwis, S.Ag., M.A. menegaskan guru yang dirindukan harus mampu meneladani konsep rahmatan lil alamin dalam mendidik anak usia dini.
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber Seminar Nasional "Menjadi Guru yang Dirindukan" di Asrama Haji Medan, pekan lalu.
"Menjadi guru yang dirindukan berarti guru yang mampu meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW yang penuh kasih, sabar, dan menjadi rahmat bagi semesta, terutama dalam mendidik anak usia dini," kata Ahmad Darwis.
Menurut dia, guru hebat tidak cukup hanya menguasai materi ajar. Guru juga harus menghadirkan keteladanan, kelembutan, dan kasih sayang sehingga kehadirannya dirindukan peserta didik.
Ahmad Darwis menambahkan, konsep rahmatan lil alamin dalam pendidikan anak usia dini dapat diwujudkan melalui tiga pendekatan. Pertama, pendidikan yang tanpa kekerasan dan penuh kelembutan. Kedua, menanamkan nilai kasih sayang terhadap sesama dan lingkungan sejak dini. Ketiga, guru menjadi teladan dalam tutur kata dan perilaku.
Ia menegaskan, jika guru mampu menerapkan nilai rahmat tersebut, maka anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, empati tinggi, dan siap menjadi generasi hebat masa depan bangsa.
Sementara narasumber lainnya, Prof. Dr. Masganti Sitorus, M.Ag., memaparkan pentingnya membangun kelekatan emosional di usia emas anak.
Masganti menjelaskan, usia emas anak merupakan periode krusial pembentukan karakter. Kelekatan emosional antara guru dan anak menjadi fondasi utama agar proses pembelajaran berjalan efektif dan anak merasa aman serta dicintai.
"Kelekatan emosional di usia emas anak harus dibangun dengan cinta, perhatian, dan komunikasi yang positif. Tanpa itu, sepintar apapun metode, anak tidak akan terhubung," ujar Masganti.
Seminar Nasional yang mengusung tagline "Guru Hebat, Generasi Hebat, Masa Depan Bangsa" ini dimoderatori oleh Faiz Isfahani, M.H.I., dan diikuti para guru, pendidik PAUD, serta pemerhati pendidikan.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai dan mendapat antusias tinggi dari peserta. (wsp.id)
---
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda