Breaking News
Memuat breaking news...

Aida S Budiman Siapkan 8 Program untuk Jadi Deputi Gubernur Senior BI

Redaksi
Redaksi
Kamis, 27 Agustus 2026 - 8.40 AM WIB
Aida S Budiman Siapkan 8 Program untuk Jadi Deputi Gubernur Senior BI
Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Aida S Budiman
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Aida S Budiman menyiapkan delapan program untuk memperkuat peran bank sentral dalam menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Program tersebut disampaikan Aida dalam uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (26/8/2026).

Aida membagi delapan agenda tersebut menjadi satu program penguatan sinergi dan tujuh penajaman program kerja BI. Penguatan sinergi menjadi fondasi utama untuk memperkuat koordinasi kebijakan nasional.

Lima sektor menjadi perhatian dalam penguatan sinergi tersebut, yakni kebijakan fiskal-moneter, stabilisasi inflasi, pembiayaan dan stabilitas sistem keuangan (SSK), struktur ekonomi, serta pembentukan persepsi positif terhadap perekonomian.

"Yang satu ini, menjadi penting dilakukan dengan segera, dan akan menjadi landasan kita untuk bisa membangun tadi bagaimana skenario yang lebih positif untuk perekonomian Indonesia. Yang satu yang penting ini adalah sinergi kebijakan nasional dan Bank Indonesia yang dilandasi dengan komunikasi yang efektif," ungkap Aida dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit & proper test) dengan Komisi XI DPR, Rabu (26/8/2026).

Tujuh Program Kerja BI

Selain penguatan sinergi, Aida mengusung tujuh penajaman program kerja untuk memperkuat kebijakan BI ke depan.

Pertama, kalibrasi bauran kebijakan Bank Indonesia. Langkah ini diarahkan agar kombinasi kebijakan yang ditempuh BI tetap mampu merespons dinamika ekonomi dan menjaga stabilitas.

Kedua, reformasi data sesuai arsitektur data global. Aida menilai pembenahan data menjadi semakin penting di tengah perkembangan analisis ekonomi berbasis digital.

"Sekarang di global tren-nya adalah perbaikan kodifikasi data-data supaya nanti bisa digunakan untuk analisa yang lebih digital. Dan ini penting untuk surveillance kita, sehingga kita bisa mengetahui bagaimana optimalisasi penerimaan devisa, dan juga membantu untuk menjaga stabilitas daripada nilai tukar," jelas Aida.

Ketiga, memperluas sumber pembiayaan. Aida menilai sumber pembiayaan saat ini sudah cukup beragam, tetapi masih terdapat ruang untuk memperkuat peran perbankan nasional.

Keempat, memperkuat kebijakan pasar uang dan valuta asing serta diversifikasi mata uang.

Langkah ini juga mencakup pengembangan instrumen pasar uang baru yang dapat digunakan sebagai underlying dalam pelaksanaan operasi moneter BI.

"Termasuk di sini juga bagaimana BI menggunakan instrumen-instrumen pasar uang yang baru,dan menjadi underlying dari operasi moneter kami," jelas dia.

Dorong Pembiayaan Inovatif dan UMKM

Kelima, pengembangan kebijakan sistem pembayaran yang inovatif. Aida menilai transformasi sistem pembayaran harus terus diperkuat agar mampu mengikuti perkembangan ekonomi digital.

Keenam, pengembangan UMKM menuju ekosistem terintegrasi.

Menurut Aida, UMKM tidak cukup hanya didorong agar mampu masuk ke pasar ekspor. UMKM juga perlu diintegrasikan ke dalam rantai nilai produksi yang semakin terdigitalisasi.

"Jadi UMKM tidak saja berdiri sendiri, bisa go-export, tetapi bisa menjadi ke dalam value chain daripada pergerakan produksi yang dilakukan digitalisasi tadi," ucapnya.

Ketujuh, penguatan bauran kebijakan kelembagaan. Agenda ini mencakup upaya meningkatkan efisiensi proses bisnis, mempercepat digitalisasi serta memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM).

Aida menilai penguatan SDM menjadi penting, terutama dalam menghadapi kondisi ketika stabilitas nilai tukar mengalami tekanan dan pengawasan terhadap perbankan maupun korporasi harus ditingkatkan.

"Dari pengalaman kemarin pada saat nilai tukar mengalami tekanan, kami harus melakukan pemeriksaan ke bank maupun kepada korporasi dengan pembelian yang besar. Terasa sekali betapa diperlukannya peningkatan SDM yang menguasai tentang pengawasan. Jadi ini adalah 2 hal yang perlu dilakukan dan tentunya nanti terkait dengan tata kelola," bebernya.

Delapan agenda tersebut menjadi tawaran Aida untuk memperkuat BI sebagai bank sentral yang adaptif terhadap perubahan, sekaligus mampu memperluas kontribusinya terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement