Air Bersih Mengalir, Rumah Layak Berdiri: Gotong Royong TNI dan Warga Warnai TMMD ke-130 di Aceh Tenggara


KUTACANE (Waspada.id): Bukan sekadar membangun jalan. Di Desa Lawe Sagu Hulu dan Kandang Mbelang, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 Kodim 0108/Agara menghadirkan harapan paling mendasar bagi warga: air bersih, rumah layak, dan hidup sehat.
Rabu (28/10/2026), sejak pagi Satgas TMMD mengawali kegiatan dengan apel pagi di Posko TMMD Desa Lawe Kulok. Dipimpin Peltu Alot Pranoto, apel dilakukan untuk mengecek personel dan membagi tugas agar pekerjaan berjalan tertib, aman, dan tepat sasaran.
Usai apel, prajurit menyebar ke sejumlah titik sasaran fisik dengan semangat yang sama.

Di Lawe Sagu Hulu, bak penampungan air bersih yang telah dibangun kini dipercantik dengan lapisan cat berkualitas. Pengecatan bukan sekadar soal estetika, melainkan untuk memperkuat daya tahan bak agar tetap kokoh meski diterpa cuaca ekstrem. Prajurit dan warga mengecat bersama, menjadi bukti TMMD tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga mempererat kebersamaan.
Tak jauh dari lokasi bak air, pipa air bersih yang rusak akibat banjir dan lumpur luapan sungai juga diperbaiki secara gotong royong. Warga tampak antusias, ada yang membersihkan jalur pipa, menyambung, hingga mengangkat pipa bersama. Canda tawa mengiringi kerja berat itu.
"Supaya masyarakat tidak kesulitan mendapatkan air bersih," ujar Peltu Alot Pranoto di sela kegiatan.
Kepedulian TMMD juga menyentuh aspek paling pribadi warga: sanitasi. Anggota Satgas, Sertu Agung S, membantu warga kurang mampu membangun MCK di Desa Lawe Sagu Hulu. Sambil bekerja, ia menyempatkan berbincang mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan.

"Kalau dibiarkan BAB sembarangan, kesehatan lingkungan dan warga sendiri yang terdampak. Dengan jamban sehat, masyarakat bisa hidup bersih dan sehat," ucapnya.
Bapak Hamdan, penerima manfaat, tak kuasa menyembunyikan rasa syukur.
"Terima kasih kepada Satgas TMMD yang sudah hadir membantu MCK kami. Semoga menjadi amal ibadah," katanya lirih.
Di Desa Rikit Kandang Mbelang, semangat yang sama terlihat pada renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Prajurit bersama warga mulai memasang batu bata untuk rumah warga kurang mampu.
Pasiter Kodim 0108/Agara, Kapten Inf Risman Batubara selaku Koordinator Umum TMMD, menegaskan renovasi RTLH menjadi prioritas.

"Kita harus kerja cepat dan serius karena waktunya terbatas. Hasilnya harus langsung bisa dinikmati warga," ujarnya.
Satu per satu, harapan itu mulai berdiri. Bak air yang hampir rampung, pipa yang kembali mengalir, MCK yang membuat hidup lebih sehat, dan dinding bata yang perlahan meninggi menjadi rumah yang layak.
TMMD ke-130 membuktikan, pembangunan besar selalu berawal dari hal kecil yang menyentuh kehidupan warga. Dan semua itu dikerjakan dengan gotong royong, sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.(id80)
Berita Terkait






































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda