Breaking News
Memuat breaking news...

Airlangga Desak BEI Konkret Jalankan Reformasi Pasar Modal, Investor Menanti Bukti Nyata

Redaksi
Redaksi
Minggu, 18 Oktober 2026 - 8.02 AM WIB
Airlangga Desak BEI Konkret Jalankan Reformasi Pasar Modal, Investor Menanti Bukti Nyata
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) segera menjalankan reformasi pasar modal secara konkret dengan menetapkan jadwal pelaksanaan yang jelas.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) segera menjalankan reformasi pasar modal secara konkret dengan menetapkan jadwal pelaksanaan yang jelas. Pemerintah menilai pembenahan tidak cukup berhenti pada penyusunan regulasi, tetapi harus diwujudkan melalui langkah nyata yang dapat dipantau investor.

Desakan tersebut muncul setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari pasar negara berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).

Wacana perubahan klasifikasi tersebut menambah tekanan terhadap pasar keuangan domestik, terutama di tengah kekhawatiran investor mengenai transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi.

Airlangga menegaskan, pelaksanaan regulasi dan langkah pembenahan yang dilakukan bursa menjadi perhatian utama pemerintah. Menurutnya, investor membutuhkan kepastian bahwa reformasi benar-benar dijalankan, bukan sekadar menjadi rencana di atas kertas.

"Concern paling utama implementing regulation, implementing langkah action dari bursa," ujar Airlangga di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jum'at (16/10).

Ia juga menyoroti periode implementasi regulasi dan pembenahan pasar modal yang dinilai relatif panjang. Pemerintah meminta penjelasan mengenai tahapan pelaksanaan, termasuk alasan yang menyebabkan proses tersebut membutuhkan waktu.

Menurut Airlangga, kejelasan jadwal dan perkembangan reformasi penting untuk memberikan kepastian kepada pelaku pasar, baik investor domestik maupun asing.

"Ini menjadi catatan besar bagi kita ke depan bahwa reform itu harus dijalankan dan progresnya itu harus kelihatan, terutama progresnya harus kelihatan bagi para investor, dalam negeri maupun luar negeri," ujarnya.

Transparansi Pasar Modal Jadi Sorotan

Usulan MSCI untuk mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia menjadi standalone market menjadi perhatian serius karena menyangkut persepsi investor terhadap transparansi dan tata kelola pasar saham nasional.

Dalam pengumumannya, MSCI menyoroti kekhawatiran investor terkait keterbukaan informasi struktur kepemilikan saham serta dugaan praktik perdagangan terkoordinasi. Persoalan tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap aksesibilitas dan integritas pasar modal Indonesia.

Bagi pemerintah, pembenahan tata kelola dan transparansi menjadi penting untuk menjaga kepercayaan investor. Kejelasan informasi kepemilikan saham, kualitas data pasar, serta konsistensi penerapan aturan dinilai perlu diperkuat agar pasar modal Indonesia tetap kompetitif di mata investor global.

Airlangga juga mengingatkan bahwa gejolak pasar saat ini dipengaruhi sentimen investor. Meski demikian, ia menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat sehingga reformasi pasar modal harus terus dijalankan untuk menjaga kepercayaan terhadap perekonomian nasional.

Pemerintah Bahas Langkah Lanjutan Bersama KSSK

Sebagai tindak lanjut, pemerintah menjadwalkan pembahasan bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI).

Pertemuan tersebut akan membahas perkembangan pasar keuangan serta langkah-langkah yang diperlukan untuk merespons tekanan pasar dan menjaga stabilitas sistem keuangan.

Koordinasi antarlembaga menjadi penting untuk memastikan respons kebijakan berjalan terarah, terutama ketika pasar menghadapi tekanan akibat perubahan sentimen dan meningkatnya kekhawatiran investor.

IHSG Anjlok 11,57 Persen

Tekanan terhadap pasar modal Indonesia terlihat pada perdagangan Jumat (16/10). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami penghentian sementara perdagangan atau trading halt sebelum akhirnya ditutup merosot 11,57 persen ke level 5.185.

Koreksi tajam tersebut memperlihatkan tingginya tekanan yang dihadapi pasar saham domestik di tengah kekhawatiran atas prospek klasifikasi pasar Indonesia dan kepercayaan investor.

Dalam situasi tersebut, pelaksanaan reformasi pasar modal menjadi salah satu faktor penting yang akan diperhatikan pelaku pasar. Investor tidak hanya menunggu perubahan aturan, tetapi juga membutuhkan bukti nyata mengenai peningkatan transparansi, penguatan tata kelola, dan kepastian implementasi kebijakan.

Pemerintah berharap langkah pembenahan yang terukur dan transparan dapat membantu memulihkan kepercayaan investor sekaligus memperkuat daya saing pasar modal Indonesia di tengah persaingan pasar keuangan global. (cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement