Ajang Balap Motor Garuk Tanah Piala Muslim Ayub Disambut AntusiasAjang Balap Motor Garuk Tanah Piala Muslim Ayub Disambut Antusias


KUTACANE (Waspada.id): Ajang balap motor garuk tanah Piala Muslim Ayub di Desa Kubang Indah, Kecamatan Badar Aceh Tenggara disambut antusias ribuan penonton karena menyajikan aksi lompatan ekstrem dan persaingan ketat di sirkuit tanah, Sabtu (15/8).
Ajang balap tersebut digelar selama dua hari yakni, Sabtu (15/8) dan Minggu (16/8),
berlangsung secara terbuka dan diikuti sekira 250 peserta dari berbagai daerah di Pulau Sumatera hingga Pulau Jawa. Kegiatan ini digelar Ikatan Motor Indonesia (IMI) Aceh bersama Anggota DPR RI Fraksi NasDem sekaligus Pembina IMI Aceh, Muslim Ayub, dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Para crosser yang ambil bagian tidak hanya berasal dari Aceh, tetapi juga dari Riau, Jambi, Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Bahkan, sejumlah pembalap dari Jawa Tengah dan Jawa Timur turut hadir untuk menguji kemampuan di lintasan Kumbang Indah. Kehadiran ribuan penonton turut menghidupkan UMKM dan pedagang lokal di sekitar sirkuit.Ini merupakan bagian dari upaya guna meningkatkan kualitas atlet lokal Aceh.
Muslim Ayub anggota DPR RI yang juga pembina IMI Aceh, mengatakan Grasstrack Open Trophy Muslim Ayub menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga otomotif di Aceh Tenggara. Menurutnya, ajang balap motor cross dengan skala nasional ini baru pertama kali digelar di daerah tersebut. “Ini merupakan bagian dari upaya kita meningkatkan kualitas atlet lokal Aceh.
Kita ingin memberikan ruang kepada crosser muda untuk bertanding dan mengukur kemampuan mereka dengan pembalap dari daerah lain, untuk memperebutkan total hadiah sebesar Rp150 juta, selain medali dan Trophy Muslim Ayub.
Sejumlah peserta telah melakukan pendaftaran dan mengikuti proses administrasi yang disiapkan panitia.” ujar Muslim Ayub.
Ia menyebut, keterlibatan crosser dari berbagai provinsi di Sumatera dan Pulau Jawa diharapkan dapat memberikan pengalaman sekaligus meningkatkan kualitas pembalap lokal. Selain pembinaan atlet, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Aceh Tenggara dengan harapan, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga mampu menarik masyarakat dari luar daerah sehingga memberikan dampak bagi pariwisata dan UMKM.
Muslim Ayub menegaskan, kegiatan tersebut juga merupakan bentuk kepedulian terhadap pengembangan dan pembinaan generasi muda, khususnya di bidang olahraga.
Melalui kegiatan otomotif yang terorganisasi, para pembalap muda diharapkan memiliki ruang untuk menyalurkan bakat dan kemampuan secara positif serta berkesempatan berkembang ke tingkat yang lebih tinggi.
Di tengah kepulan debu dan raungan mesin, ada semangat kompetisi, kebersamaan masyarakat, geliat UMKM, serta harapan lahirnya crosser-crosser Aceh yang mampu bersaing di tingkat nasional.Melalui kecepatan, keberanian, sportivitas, dan gemuruh sorakan warga yang mengiringi setiap pembalap menuju garis finis.
Kehadiran ribuan penonton turut menghidupkan UMKM dan pedagang lokal di sekitar sirkuit.Deru mesin langsung memecah suasana. Para pembalap melesat dengan kecepatan tinggi, saling mengejar dan berusaha mencari posisi terbaik di setiap tikungan dan rintangan, tambah Muslim Ayub.
Sorakan penonton terdengar dari berbagai penjuru sirkuit. Setiap aksi salip-menyalip dan keberanian pembalap menaklukkan bagian lintasan yang menantang disambut tepuk tangan serta teriakan dukungan.
Kehadiran pembalap dari berbagai daerah membuat persaingan diprediksi berlangsung ketat di setiap kelas yang dipertandingkan. Bagi para crosser lokal Aceh, kesempatan bertanding dalam event terbuka seperti ini menjadi pengalaman berharga.
Mereka dapat berhadapan langsung dengan pembalap dari luar daerah sekaligus mengukur sejauh mana kemampuan yang telah mereka miliki. Kemudian
di balik suara mesin dan persaingan di lintasan, ajang Grasstrack Trophy Muslim Ayub juga menghadirkan pergerakan ekonomi masyarakat.
Kerumunan penonton dari luar daerah turut membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk menawarkan makanan, minuman dan berbagai produk kepada pengunjung. Aktivitas masyarakat di sekitar lokasi pun meningkat seiring ramainya arena perlombaan. Bagi Aceh Tenggara, momentum tersebut menjadi kesempatan memperkenalkan potensi daerah melalui olahraga. Sirkuit Kumbang Indah tidak hanya menjadi tempat bertanding, tetapi juga menjadi titik berkumpulnya masyarakat dan tamu dari berbagai daerah.(id80)
























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda