Breaking News
Memuat breaking news...

Akar Ilmu Berbuah Prestasi, Sukma Bangsa Menginspirasi

Redaksi
Redaksi
Senin, 19 Oktober 2026 - 12.38 PM WIB
Akar Ilmu Berbuah Prestasi, Sukma Bangsa Menginspirasi
Raisandia Maulana, siswa SMA Sukma Bangsa Pidie, meraih juara pertama Olimpiade CBP Rupiah 2026 tingkat Provinsi Aceh di Banda Aceh. Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

PIDIE (Waspada.id): Ilmu adalah akar, prestasi adalah buah. Dari rahim pendidikan, dua siswa SMA Sukma Bangsa Pidie memetik kebanggaan melalui ajang CBP Rupiah tingkat Provinsi Aceh.

Raisandia Maulana meraih juara pertama Olimpiade Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, sedangkan Abil Husein menyabet juara kedua CBP Rupiah Content Challenge yang diselenggarakan Bank Indonesia Provinsi Aceh.

Prestasi tersebut memperlihatkan kemampuan siswa dalam menguasai pengetahuan tentang Rupiah sekaligus mengembangkan kreativitas untuk menyampaikan pesan edukasi kepada masyarakat.

Raisandia Maulana, siswa kelas XII Jalaludin Rumy, meraih juara pertama Olimpiade CBP Rupiah setelah mengikuti babak final pada 17 Oktober 2026 di Aula Bank Indonesia, Banda Aceh.

Sementara itu, Abil Husein menempati posisi kedua dalam kompetisi CBP Rupiah Content Challenge tingkat SMA/MA sederajat se-Provinsi Aceh. Berdasarkan pengumuman melalui akun Instagram CBP Rupiah Aceh, juara pertama diraih peserta dari MAN Insan Cendekia Aceh Timur, sedangkan juara ketiga diraih peserta dari SMAN 3 Banda Aceh.

Dalam Olimpiade CBP Rupiah, sebanyak 51 sekolah dari empat kabupaten/kota, yakni Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, dan Pidie, mengikuti kompetisi tersebut. Setiap sekolah diperbolehkan mengirimkan maksimal 10 siswa.

Kompetisi berlangsung melalui dua tahapan, yakni penyisihan secara daring dan babak final. Sebanyak 80 peserta berhasil melaju ke babak final untuk memperebutkan posisi terbaik dengan menjawab 100 soal dalam waktu 120 menit.

Dari jumlah tersebut, panitia menetapkan 20 peserta terbaik sebagai penerima penghargaan, terdiri atas empat peraih medali emas atau juara pertama, delapan peraih medali perak atau juara kedua, serta delapan peraih medali perunggu atau juara ketiga.

Raisandia berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga meraih posisi juara pertama dalam kompetisi tersebut.

Kepala SMA Sukma Bangsa Pidie, Sugeng Handayani, mengatakan pencapaian kedua siswa tersebut merupakan hasil dari upaya sekolah dalam mendorong dan mendampingi peserta didik untuk berkembang melalui berbagai kompetisi.

Menurutnya, prestasi siswa tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari kreativitas, keterampilan, karakter, dan keberanian mengembangkan potensi diri.

Akar Ilmu Berbuah Prestasi, Sukma Bangsa Menginspirasi

Siswa dan guru SMA Sukma Bangsa Pidie berfoto bersama pada Final Olimpiade CBP Rupiah 2026 di Banda Aceh. Waspada.id/Ist

“Sekolah terus mendorong dan mendampingi siswa untuk meraih prestasi di berbagai bidang, tidak hanya akademik. Kami ingin setiap siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi, mengasah kemampuan, dan berani berkompetisi. Prestasi yang diraih Raisandia dan Abil menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berusaha dan memberikan yang terbaik,” ungkap Sugeng.

Raisandia Maulana mengaku bersyukur atas keberhasilannya meraih juara pertama. Ia menyebut kompetisi tersebut menjadi pengalaman berharga untuk memperluas pengetahuan tentang Rupiah sekaligus menguji kemampuan diri.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa meraih juara pertama. Kompetisi ini memberikan banyak pengalaman dan menambah pemahaman saya tentang pentingnya Cinta, Bangga, Paham Rupiah. Terima kasih kepada sekolah dan guru-guru yang telah mendukung serta mendampingi saya,” ujar Raisandia.

Keberhasilan Raisandia dan Abil memperlihatkan bahwa prestasi pendidikan dapat tumbuh melalui beragam jalur. Raisandia menunjukkan keunggulan dalam penguasaan materi, sementara Abil membuktikan bahwa kreativitas dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan edukasi secara menarik kepada generasi muda.

Program CBP Rupiah mengajak masyarakat untuk mengenal dan memperlakukan mata uang nasional dengan baik, menumbuhkan kebanggaan terhadap Rupiah, serta memahami perannya dalam perekonomian Indonesia.

Bagi SMA Sukma Bangsa Pidie, pencapaian ini menjadi dorongan untuk terus membuka ruang pengembangan bakat dan kemampuan siswa. Sebab, pendidikan sejatinya bukan hanya tentang seberapa banyak ilmu yang dikuasai, melainkan juga bagaimana ilmu itu tumbuh menjadi karakter, kreativitas, dan keberanian untuk berkarya.

Dari ruang kelas hingga arena kompetisi, setiap pencapaian menjadi pengingat bahwa benih keunggulan membutuhkan ketekunan untuk tumbuh dan pendampingan untuk berkembang. Prestasi Raisandia dan Abil pun diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus belajar, berani berkompetisi, dan menorehkan karya yang membanggakan. (Id69)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement