Breaking News
Memuat breaking news...

Aksi Blokir Jalan Kembali, Warga Pematang Cengal Duduk Bershalawat di Tengah Jalan Tuntut Jalan Segera Diaspal

Redaksi
Redaksi
Kamis, 6 Agustus 2026 - 11.03 PM WIB
Aksi Blokir Jalan Kembali, Warga Pematang Cengal Duduk Bershalawat di Tengah Jalan Tuntut Jalan Segera Diaspal
Warga Desa Pematang Cengal Kecamatan Tanjungpura kembali menggelar aksi blokir jalan, Kamis (6/8/26). Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LANGKAT (Waspada.id): Kekecewaan masyarakat Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kembali memuncak. Ratusan warga menggelar aksi blokir jalan sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan protokol penghubung antardesa yang hingga kini belum juga diaspal meski telah lama diperjuangkan, dan jalan tersebut sudah puluhan tahun belum pernah diaspal, Kamis (6/8/2026).

Aksi yang berlangsung di depan Lapangan Badminton Dusun Serbaguna itu menjadi simbol perlawanan masyarakat terhadap janji-janji yang dinilai belum pernah terealisasi. Warga menuntut agar Pemerintah Kabupaten Langkat segera mengaspal jalan protokol yang menghubungkan Dusun Serbaguna hingga Dusun Paluh Gusta sepanjang kurang lebih 3,5 kilometer.

Aksi tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan anggota DPRD Kabupaten Langkat, yakni Muhammad Rio, Rahmad Rinaldi, Jul'aidi Syam, Mahalli Hakim, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Langkat Arie Ramadhany, S.IP., M.SP., Camat Tanjungpura Tengku Reza Aditya, S.STP., M.AP., Kepala Desa Pematang Cengal Arusman, serta perwakilan PT Energi Mega Persada (EMP) Gebang.

Dalam mediasi bersama masyarakat, Plt. Kadis PUTR Kabupaten Langkat, Arie Ramadhany, menyampaikan komitmen bahwa pemerintah akan mulai mengaspal jalan tersebut dengan target minimal sepanjang 500 meter pada November 2026.

Sementara itu, perwakilan PT EMP Gebang menyatakan akan mengajukan usulan bantuan pembangunan jalan kepada pimpinan perusahaan di Jakarta. Pihak perusahaan juga meminta Pemerintah Kabupaten Langkat segera melengkapi proses administrasi sebagai dasar pengajuan dukungan pembangunan jalan.

Namun, seluruh penyampaian tersebut ditolak oleh masyarakat. Warga mengaku sudah terlalu lama mendengar berbagai janji tanpa kepastian. Mereka menegaskan bahwa penderitaan akibat kondisi jalan rusak telah berlangsung bertahun-tahun dan belum pernah mendapatkan solusi yang benar-benar nyata.

Selain jalan yang berlubang dan sulit dilalui, masyarakat juga mengeluhkan banyaknya truk pengangkut material dan truk trailer yang setiap hari melintasi jalan tersebut. Aktivitas kendaraan bertonase besar itu menimbulkan debu tebal yang masuk ke rumah-rumah warga sehingga mengganggu kesehatan. Tidak hanya itu, getaran kendaraan berat juga disebut menyebabkan banyak rumah di sepanjang jalan mengalami keretakan.

Warga mengaku telah beberapa kali menyampaikan keluhan mengenai kerusakan rumah kepada pihak terkait, namun hingga kini belum memperoleh tanggapan maupun penyelesaian.

Suasana aksi semakin menyentuh ketika kaum ibu mengambil alih barisan depan. Mereka membentangkan terpal di atas badan jalan, memindahkan teratak dari Lapangan Badminton ke tengah jalan, lalu duduk bersama sambil melantunkan shalawat dan memanjatkan doa. Dengan penuh harap, mereka memohon agar jalan yang setiap hari mereka lalui segera diaspal sehingga penderitaan masyarakat dapat berakhir.

Setelah diskusi yang berlangsung cukup panjang, Camat Tanjungpura Tengku Reza Aditya menyampaikan bahwa di bulan November jalan ini akan diaspal minimal sepanjang 500 meter dan di tahun 2027 pihak EMP Gebang akan mengaspal sepanjang satu kilometer. sembari menunggu dalam waktu dekat akan dilakukan perbaikan sementara menggunakan sekitar 200 dump truck sirtu air untuk menutup kerusakan jalan. Jalan tersebut juga akan diratakan menggunakan alat berat agar lubang berkurang dan debu tidak lagi terlalu mengganggu aktivitas masyarakat.

Meski demikian, masyarakat tetap menolak solusi tersebut. Menurut mereka, perbaikan sementara bukanlah jawaban atas persoalan yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Warga tetap bersikeras menuntut pengaspalan permanen dan melanjutkan aksi dengan menghentikan truk-truk pengangkut material menuju lokasi proyek PT EMP.

Hingga menjelang waktu Maghrib, massa aksi masih bertahan menutup akses jalan. Camat Tanjungpura bersama aparat kepolisian yang mengamankan jalannya aksi beberapa kali meminta masyarakat membubarkan diri dan membuka blokade jalan. Namun warga tetap bertahan hingga akhirnya pihak kepolisian melerai masa aksi dan membuka blokir jalan agar arus lalu lintas kembali normal.

Aksi ini menjadi cerminan besarnya harapan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur yang layak. Warga berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait tidak lagi hanya memberikan janji, tetapi segera menghadirkan langkah nyata agar akses jalan utama Desa Pematang Cengal dapat diaspal secara permanen demi keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.(id27)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement