Breaking News
Memuat breaking news...

Aksi Demo Jilid II Korban Banjir, Demonstran Tuntut Bantuan Stimulan ke Pusat Via Zoom

Redaksi
Redaksi
Senin, 27 Juli 2026 - 6.59 PM WIB
Aksi Demo Jilid II Korban Banjir, Demonstran Tuntut Bantuan Stimulan ke Pusat Via Zoom
RIBUAN korban bencana alam banjir di Langkat gelar aksi demo tuntut kepastian bantuan stimulan dari pusat. Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LANGKAT (Waspada.id): Belum ada juga kepastian akan bantuan stimulan, ribuan penyintas banjir di Langkat yang tergabung dalam "Aliansi Panggilan Aksi Menjemput Keadilan" kembali mengggelar aksi demo, Senin (27/7).

Mereka konvoi dari halaman Masjid Raya di Jalan Medan -B. Aceh, kenudian longmarch ke lokasi aksi di lapangan bola kaki milik PT Raja Garuda Mas (RGM) yang berlokasi di lingkungan Sei. Pucuk, Kel. Pekan Besitang.

Beberapa perwakilan pendemo secara bergantian menyampaikan tuntutan yang intinya mempertanyakan progres bantuan stimulan untuk korban bencana banjir yang terjadi di sejumlah kecamatan di Langkat pada 26 November 2025.

Sekjen Aliansi Panggilan Aksi Menjemput Keadilan, Tengku Roy, mempertanyakan kapan bantuan direalisasikan untuk korban banjir di daerah ini. "Besitang tidak ada bedanya dengan Aceh, tapi kenapa bantuan untuk daerah ini belum juga ada kepastian," ujarnya.

Sementara itu, Iwan, perwakilan dari korban banjir dari Kecamatan Babalan mengingatkan masyarakat jangan pernah takut dan mundur, sebab yang diperjuangkan adalah hak. "Ini hak kita. Kita sudah capek dan lelah dan hari ini kita menunjukan sikap kepada pemerintah," tegasnya.

Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti bersama antaralain, Sekdakab, Amril, Kadis Sosial Taufiq Reza, Kapolres Langkat AKBP Hanrry PH Tambunan hadir di tengah-tengah aksi demo yang digelar ribuan penyintas banjir yang merasa kecewa dengan pemerintah.

PERSONEL kepolisian berusaha membuat pagar betis untuk mencegah agar massa tidak memasuki jalan nasional. Waspada.id/Ist

Untuk penyaluran aspirasi, saat itu disediakan perangkat elektronik untuk komunikasi jarak jauh lewat zoom meeting dengan pemerintah pusat melalui Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Kemensos dan BPS.

Siska, salah seorang perwakilan dari warga menyatakan, masyarakat tidak mau banyak omong. Jangan janji aja, tolong kementerian pastikan kapan bantuan untuk kami keluar. "Kami hanya ingin menanyakan kepastian kapan bantuan buat kami keluar," ujarnya.

Ibu rumah tangga itu juga menuntut rasa keadilan dari pemerintah. Ia mempertanyakan kenapa wilayah Aceh selalu diutamakan dan setiap ada bantuan ke Aceh, padahal bantuan lewat dari daerah kami yang juga sebagai korban," ujar Siska mengaku iri melihat realitas ini.

Ia merasa, selama ini masyarakat korban bencana banjir di daerah Besitang kurang mendapatkan perhatian. "Gak usahkan perhatian dari menteri, gubenur dan camat saja tidak melihat penderitaan warganya," kata Siska dengan nada tampak sedkit emosional.

Merespon ungkapan kekecewaan, Siska, Korwil Satgas PRR Pascabencana wilayah Sumatera Utara, Brigjen Fadjar Tjahjono, dengan tegas menyatakan tidak ada membedakan. "Kami tdk ada membedakan warga yang terkena bencana ditiga provinsi," ujarnya.

Sementara itu, Irjen Pol Wahyu menyatakan sangat memahami apa yang menjadi aspirasi masyarakat Langkat. Terkait bantuan uang jaminan hidup, pemulihan ekonomi dan isi hunian ia menjelaskan akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan. "Mudah-mudah bisa terealisasi dalam waktu tidak terlalu lama," ujarnya.

Perwakilan dari Kemensos dalam komunikasi via zoom memohon kesabaran masyarakat karena semuanya berproses. Dikatakan, data valid para korban bencana sudah diajukan ke Kemenkeu dan warga diajak secara bersama-sama mengawal prosesnya

Sementara, perwakilan dari pihak BPS, Budi, menyatakan, 73.721 data korban bencana di Langkat saat ini sedang dalam proses verfikasi. "Insyallah, dalam satu dua hari ini data kami kirim ke Mendagri, BNPB dan Kemensos," tukasnya.

Plt Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, di hadapan massa menyatakan, ia siap untuk memperjuangkan hak masyarakat. "Saya mohon kepada pusat agar segera mencairkan bantuan untuk warga Langkat," ujarnya seraya berjanji siap memperjuangkan hak rakyatnya.

Pada kesempatan itu, Kapolres Langkat AKBP Hannry PH Tambunan meminta kepada warga, terutama para ibu-ibu agar bisa menjaga Kamtibmas. Ia mengapresiasi, awalnya aksi akan degelar di jalan raya, tapi koordinator aksi akhirnya mengalihkan ke lapangan bola kaki.

"Saya tidak mau aksi ini berlangsung brutal," tegasnya seraya berjanji bahwa ia bersama bupati siap mengawal proses yang sedang berjalan karena anggaran bantuan ini dari pusat dan masyarakat diminta untuk tetap bersabar.

Usai mendengar arahan dari Kapolres, massa pun membubarkan di dengan tertib. Namun, di tengah perjalan pulang, sekelompok massa yang tidak jelas siapa yang memprovokasinya turun ke jalan nasional sehingga menimbulkan kemacetan arus lalulintas Medan-Aceh.

Massa yang terkonsentrasi di depan kantor camat berusaha memasuki ruas jalan nasional. Namun, usaha mereka yang dapat berpotensi menimbulkan gangguan terhadap kelancaran arus lalulintas berhasil dicegah aparat kepolisian yang telah membuat pagar betis di pinggiran jalan.(id24)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement