Al-Qur’an Madinah Jadi Magnet Milad 800 Tahun Pasai: Stand DSI Aceh Utara Diserbu Pengunjung


Bukan aroma kuliner, bukan gegap gempita UMKM. Di Milad ke-800 Samudera Pasai, justru mushaf Al-Qur’an dari Madinah Al-Munawwarah yang membuat masyarakat rela berpanas-panasan demi membawa pulang kitab suci.
Antrean Panjang di Bawah Terik
Stand Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Utara menjadi salah satu titik paling ramai di kawasan Landing, Lhoksukon. Ratusan warga berdesakan, menunggu giliran, hanya untuk mendapatkan Al-Qur’an yang disebut dicetak langsung di Madinah.
Kepala DSI Aceh Utara, Hadaini, S.Sos., menegaskan mekanisme pembagian sangat sederhana: cukup mengisi buku tamu dan daftar penerimaan. “Alhamdulillah, ratusan Al-Qur’an kami bagikan gratis. Tidak ada pungutan, tidak ada syarat lain,” ujarnya, Selasa (09/09/2026).

Antusiasme yang Mengharukan
Bagi Hadaini, pemandangan masyarakat rela antre di bawah terik matahari adalah kebahagiaan tersendiri. “Ini bukti kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an masih sangat kuat. Insyaallah, jika stok memungkinkan, pembagian seperti ini akan terus kita lakukan,” katanya.
Ia berharap mushaf yang dibawa pulang tidak sekadar menjadi hiasan rak, melainkan benar-benar dibaca, dipelajari, dan diamalkan.
Milad Sebagai Momentum Peradaban
Hadaini menekankan, Milad ke-800 Samudera Pasai bukan sekadar pesta sejarah. “Ini kesempatan untuk menghidupkan kembali semangat peradaban Islam. Mudah-mudahan Al-Qur’an yang dibagikan menjadi bagian dari upaya memperkuat syariat dan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an,” ungkapnya.
Rangkaian Milad berlangsung 7–13 September 2026, dengan ratusan stan dari OPD, BUMN, UMKM, hingga pelaku usaha. Namun, di tengah keramaian itu, satu hal jelas: magnet sejati perayaan bukanlah dagangan, melainkan mushaf suci yang mengikat hati umat. (Maimun Asnawi, S.HI.,M.Kom.I/Waspada.id).












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda