Breaking News
Memuat breaking news...

AMMBER Geruduk Kantor PTPN IV Kebun Berangir Labura

Redaksi
Redaksi
Jumat, 31 Juli 2026 - 12.18 AM WIB
AMMBER Geruduk Kantor PTPN IV Kebun Berangir Labura
Massa aksi dari AMMBER saat menggelar unjuk rasa di depan Kantor unit PTPN IV Kebun Berangir Kabupaten Labura, Kamis (30/7). (dok Paris Harahap)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

AEKKANOPAN (Waspada.id): Puluhan massa aksi dari Aliansi Mahasiswa Masyarakat Berangir (AMMBER) melakukan aksi unjuk rasa di unit PTPN IV Kebun Berangir Regional II Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Kamis (30/7).

Aksi ini salah satunya meminta pada management perusahaan perkebunan untuk transparan terkait adanya dugaan proses pemanenan buah kelapa sawit yang dinilai tidak sesuai standard Permentan nomor 1 tahun 2018 tentang penetapan harga tanda buah kelapa sawit dan hak-hak masyarakat sekitar perusahaan.

"Kami merasa kecewa dengan sikap Manager PTPN IV Kebun Berangir dalam pengelolaan aset negara. Kami ingin ada transparansi atas adanya dugaan pemanenan buah mentah, tapi hari ini kami tidak mendapatkan jawaban yang spesifik terkait hal itu," ujar Ketua AMMBER, Paris Harahap, M.H, Kamis (30/7).

Paris Harahap juga menyesalkan adanya upaya untuk membenturkan massa aksi dengan kaum ibu saat melakukan aksi damai di kantor PTPN IV Kebun Berangir.

Terlihat sekelompok kaum ibu berkumpul di depan kantor unit PTPN IV Kebun Berangir saat aksi massa AMMBER berlangsung, Kamis (30/7). (dok P. Harahap)

"Kami menghormati ibu-ibu pekerja. Tuntutan kami hanya kepada manajemen perkebunan bukan pada karyawan. Hadirnya ibu-ibu di lokasi aksi terkesan seperti adanya upaya untuk mengadu domba. Kami datang baik-baik menuntut hak, bukan mau bentrok dengan ibu-ibu," ujar Paris.

Terkait adanya aksi dari AMMBER yang menyoroti kinerja perkebunan, Manager unit PTPN IV kebun Berangir, Edwin Seto Kusbandi saat dikonfirmasi, Kamis (30/7) mengatakan jika pihak perusahaan menghormati seluruh pendapat dan kritik yang diberikan.

"Saya sangat menghormati atas sikap peserta aksi yang menyampaikan pendapatnya, karena itu adalah hak setiap orang," ucap Seto, tanpa ingin merespon terkait tuntutan massa aksi. (id31)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement