Breaking News
Memuat breaking news...

Amran Respons Potensi Produksi Sawit Turun 3 Juta Ton Akibat El Nino

Redaksi
Redaksi
Selasa, 1 September 2026 - 8.33 AM WIB
Amran Respons Potensi Produksi Sawit Turun 3 Juta Ton Akibat El Nino
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

KARAWANG (Waspada.id): Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman merespons proyeksi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) yang memperkirakan produksi minyak sawit Indonesia berpotensi turun hingga 3 juta ton pada 2027 akibat dampak El Nino.

Amran mengakui perubahan cuaca berpotensi memengaruhi produksi sawit. Namun, pemerintah berharap dampaknya tidak terlalu besar sehingga produktivitas komoditas strategis tersebut tetap terjaga.

"Kalau sawit mudah-mudahan tidak besar dampaknya. Mungkin ada pengaruhnya tapi mudah-mudahan tidak besar," kata Amran di Karawang, Jawa Barat, Senin (31/8).

Untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari memastikan ketersediaan pupuk hingga menjaga kesehatan tanaman dan mengendalikan hama.

"Upaya kita adalah tentu jangan sampai kekurangan pupuk. Pupuknya harus tepat waktu. Kemudian pemeliharaannya, kemudian hama, kemudian dampak kekeringan," ujarnya.

Menurut Amran, tanaman sawit yang terdampak kekeringan dapat memperoleh pengairan apabila kondisi memungkinkan. Ia juga menekankan bahwa produksi sawit Indonesia sebelumnya masih menunjukkan tren peningkatan.

"Karena CPO kita tahun lalu kan meningkat kan dari ekspor 26 (juta ton) menjadi 32 juta ton. Dengan seluruhnya ya, yang sudah diolah setengah jadi dan yang diekspor langsung," kata Amran.

Kekeringan 30 Ribu Hektare

Tak hanya perkebunan sawit, pemerintah juga memantau dampak kekeringan terhadap lahan pertanian secara umum.

Amran mengatakan, luas lahan yang terdampak kekeringan saat ini relatif kecil dibandingkan dengan total luas tanam nasional. Berdasarkan laporan terakhir, sekitar 30 ribu hektare lahan mengalami kekeringan dari total luas tanam yang mencapai sekitar 11 juta hektare.

Pemerintah mengklaim telah menangani lahan yang terdampak tersebut. Bahkan, pemerintah juga mendorong pemanfaatan lahan yang sebelumnya belum ditanami.

"Kita sudah atasi. Dan yang menarik, di luar dari kekeringan, yang tidak tanam kita ajak tanam," ujarnya.

Amran mengatakan, lahan yang belum ditanami tetapi memiliki potensi sumber air akan dioptimalkan. Salah satu caranya dengan memasang pompa untuk memastikan lahan tersebut dapat kembali produktif.

"30 ribu (hektare lahan) ini kita tangani, di luar 30 ribu kita target Jawa kalau bisa 100 ribu (hektare). 100 ribu (hektare) yang tidak tanam tapi ada potensi air, kita tanami," katanya.

Gapki Proyeksi Produksi Sawit Turun 3 Juta Ton

Sebelumnya, Gapki memperkirakan produksi minyak sawit Indonesia pada 2027 dapat berkurang sekitar 3 juta ton akibat cuaca ekstrem yang berkaitan dengan El Nino.

Proyeksi tersebut telah direvisi dari perkiraan sebelumnya yang memperkirakan penurunan produksi mencapai 4-5 juta ton.

Ketua Umum Gapki Eddy Martono mengatakan sebagian wilayah perkebunan sawit telah mendapatkan curah hujan. Namun, kombinasi hujan berlebih, suhu panas, dan kondisi kering tetap berpotensi mengganggu siklus produksi serta pemupukan tanaman.

Jika terealisasi, penurunan 3 juta ton tersebut setara sekitar 5% dari total produksi. Gapki memperkirakan produksi sawit Indonesia tahun ini mencapai 56,6 juta ton.

Penurunan produksi diperkirakan akan lebih terasa pada sisi ekspor karena pasokan untuk kebutuhan dalam negeri tetap menjadi prioritas.

Di sisi lain, berkurangnya produksi Indonesia berpotensi memperketat pasokan sawit di pasar global, terutama ketika kebutuhan bahan baku terus meningkat untuk mendukung program biodiesel B50.

Kondisi tersebut membuat cuaca dan produktivitas perkebunan menjadi faktor penting yang perlu diantisipasi pemerintah dan pelaku industri sawit memasuki 2027. (cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement