Analis Kebijakan Sumut Didorong Hasilkan Rekomendasi Berbasis Bukti


MEDAN (Waspada.id): Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mendorong peningkatan kapasitas analis kebijakan agar mampu menghasilkan rekomendasi yang terukur, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Timur Tumanggor, saat membuka E-Learning Penguatan Kompetensi Jabatan Fungsional Analis Kebijakan (JFAK) Tahun 2026 Angkatan VI secara virtual melalui Zoom Meeting dan Learning Hub Sumut Berkah di Kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (4/11).
Timur mengatakan, kualitas kebijakan publik menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. Karena itu, setiap keputusan pemerintah harus didasarkan pada persoalan yang sebenarnya, didukung data valid, serta mempertimbangkan kepentingan masyarakat.
Menurutnya, Jabatan Fungsional Analis Kebijakan memiliki posisi strategis dalam membantu pimpinan dan perangkat daerah mengidentifikasi persoalan, mengkaji alternatif penyelesaian, serta merumuskan rekomendasi kebijakan.
Ia menekankan lima hal penting dalam penguatan JFAK, yakni membangun ekosistem kelembagaan, memperjelas jenjang karier, meningkatkan kualitas perencanaan berbasis data, menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan, serta menyiapkan analis kebijakan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan reformasi birokrasi.
Timur berharap peserta tidak sekadar mengikuti pelatihan untuk memenuhi kewajiban administratif, tetapi menjadikannya sebagai kesempatan meningkatkan kemampuan profesional.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumut, Agustinus Panjaitan, menjelaskan kegiatan tersebut menggunakan pendekatan Corporate University melalui Learning Hub Sumut Berkah dengan total pembelajaran 90 Jam Pelajaran (JP).
Rinciannya terdiri atas Formal Learning 18 JP, Social Learning 27 JP, dan Experiential Learning 45 JP.
Selama tiga hari, peserta mengikuti enam materi yang terbagi dalam tiga tema, yakni Membangun Ekosistem JFAK, Dari Bukti ke Dampak Kebijakan, serta Analis Kebijakan yang Siap Menghadapi Masa Depan.
Kegiatan tersebut diikuti pejabat fungsional analis kebijakan dari pemerintah kabupaten/kota se-Sumut, perangkat daerah Pemprov Sumut, UPTD Khusus RSU Haji Medan, dan RSJ Prof. Dr. M. Ildrem. (DISKOMINFO SUMUT)
Berita Terkait












































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda