Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Anggota DPRD Sumut Prihatin, Petani Batubara Terancam Kekurangan Air

Redaksi
Redaksi
Rabu, 4 November 2026 - 8.58 PM WIB
Anggota DPRD Sumut Prihatin, Petani Batubara Terancam Kekurangan Air
Ahmad Hadian saat reses baru-baru ini. Waspada.id/Ist.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

BATUBARA (Waspada.id): Terancamnya sekitar 300 hektare lahan pertanian di Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara, akibat ketiadaan air diharapkan dapat segera diatasi.

Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKS, Ahmad Hadian, kepada Waspada.id, Rabu (4/11), menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi para petani di Desa Sukaraja, Desa Aras, Limau Sundai, Kampung Kelapa, Sukaramai, dan desa-desa pertanian lainnya yang terdampak.

"Para petani ini sudah sangat lama dirugikan dengan berlarut-larutnya perbaikan tanggul Sei Daludalu. Saya minta kepada pihak pemborong perbaikan Dam Sei Daludalu agar bekerja serius sesuai dengan perintah kerjanya, sehingga dam tersebut bisa segera berfungsi seperti semula untuk membagi air ke saluran-saluran irigasi sekunder dan tersier," ujar Hadian.

Menurutnya, semakin lama pengerjaan Sei Daludalu selesai, semakin lama pula petani menerima dampak berupa tidak tersedianya air untuk bertanam padi. Jika tanggul pelimpahan Sei Daludalu yang jebol tersebut belum pulih, sebanyak apa pun debit air dari hulu akan terus mengalir ke laut tanpa bisa dikendalikan oleh dam untuk dialirkan ke irigasi sekunder.

Pantauan Waspada.id, Rabu (4/11), di sumber air irigasi, beberapa warga, perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas memantau kondisi air yang mengering akibat pengalihan arus.

Arus sungai dialihkan untuk memperlancar pekerjaan pengecoran di bendungan yang sedang diperbaiki. Di sisi lain, petani sedang memasuki masa turun tanam dan persiapan benih.

Petani yang terdampak penutupan sumber air ini khawatir tanaman mereka akan gagal panen.

Terpisah, anggota DPRD Sumut dari Fraksi PAN yang turun ke lokasi hari ini menyampaikan bahwa ada opsi yang telah disepakati antara pelaksana pekerjaan dan petani.

"Para petani tetap melaksanakan turun tanam. Nanti teknisnya sudah disepakati bagaimana sebaiknya," ujar Yahdi. (id43)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement