Breaking News
Memuat breaking news...

Anggota DPRD Sumut Rudi Alfahri Rangkuti Desak Usut Kebakaran Paropo

Redaksi
Redaksi
Minggu, 6 September 2026 - 4.58 PM WIB
Anggota DPRD Sumut Rudi Alfahri Rangkuti Desak Usut Kebakaran Paropo
Anggota DPRD Sumut, Rudi Alfahri Rangkuti. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

MEDAN (Waspada.id): Anggota DPRD Sumut, Rudi Alfahri Rangkuti, mendesak aparat kepolisian dan pihak berwenang mengusut tuntas penyebab kebakaran lahan yang melanda lereng Bukit Paropo, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi.

Pernyataan tersebut disampaikan Rudi, Minggu (6/9/2026), merespons kebakaran vegetasi yang terjadi pada Sabtu malam (5/9) dan viral di berbagai platform media sosial.

Menurutnya, kawasan perbukitan Danau Toba merupakan aset pariwisata yang harus dijaga dari berbagai bentuk kerusakan lingkungan, termasuk kebakaran yang diduga dapat dipicu oleh kelalaian manusia.

Politisi PAN tersebut meminta Polda Sumut bersama Polres Dairi segera melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Aparat diminta memastikan apakah peristiwa itu dipicu faktor alam atau terdapat unsur kesengajaan maupun kelalaian manusia.

"Kita tidak boleh membiarkan peristiwa seperti ini terus berulang setiap musim kemarau. Jika ditemukan adanya unsur kesengajaan atau kelalaian, aparat harus mengusut tuntas dan menjatuhkan sanksi hukum agar ada efek jera," tegas Rudi.

Ia mengatakan kebakaran tersebut tidak hanya mengancam kelestarian vegetasi, tetapi juga dapat berdampak terhadap citra pariwisata Danau Toba. Bukit Paropo selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi wisata dan perkemahan yang banyak dikunjungi wisatawan.

Rudi juga meminta pemerintah daerah bersama BPBD memperketat pengawasan di kawasan perbukitan, terutama selama musim kemarau. Edukasi kepada wisatawan dan masyarakat mengenai bahaya api di kawasan terbuka juga harus terus dilakukan.

Selain penegakan hukum, ia menilai langkah pencegahan perlu diperkuat melalui patroli rutin dan pengawasan terhadap aktivitas pengunjung di kawasan rawan kebakaran. Pengelola kawasan wisata juga diminta menyediakan sarana keselamatan dan memastikan setiap pengunjung mematuhi aturan yang berlaku.

"Jangan sampai setelah kebakaran terjadi baru semua pihak bergerak. Pencegahan harus menjadi prioritas karena kerusakan lingkungan membutuhkan waktu yang lama untuk dipulihkan," katanya.

Rudi berharap seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, pengelola wisata hingga masyarakat, bersama-sama menjaga kelestarian kawasan Bukit Paropo dan Danau Toba sebagai salah satu destinasi unggulan Sumatera Utara.(id144)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement