Anggota DPRDSU Apresiasi Gerak Cepat UPT Bah Bolon Atasi Dampak Pekerjaan Sei Dalu-daluAnggota DPRDSU Apresiasi Gerak Cepat UPT Bah Bolon Atasi Dampak Pekerjaan Sei Dalu-dalu

BATUBARA (Waspada.id): Gerak cepat UPT Bah Bolon menyikapi dampak pengalihan air sungai untuk pekerjaan perbaikan bendung DI Cinta Dame/Cinta Maju di Sei Dalu-dalu mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi D DPRD Batubara Ir. Yahdi Khoir Harahap.
Kepada Waspada.id, Rabu (12/8/2026), Yahdi Khoir menyatakan UPT Bah Bolon telah mengadakan rapat koordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk kepala desa dan masyarakat terdampak.
Sebelumnya disebutkan, dampak dari perbaikan tanggul Sei Dalu-dalu tidak hanya menyebabkan tanaman cabai menjadi korban, tetapi nelayan Kuala Indah juga tidak bisa melaut karena sebagian air tidak sampai ke muara.
Sebelumnya, Yahdi Khoir telah melayangkan protes keras kepada Kepala UPT Bah Bolon yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut, Syahrial Efendi, dan Kasinya, Sadikan.
“Saya menengarai adanya kelalaian dalam sosialisasi kegiatan perbaikan bendung Cinta Dame/Cinta Maju di Sei Dalu-dalu, Kecamatan Air Putih. Pekerjaan tersebut tidak disosialisasikan secara baik dan menyeluruh kepada semua masyarakat terdampak pengguna air Sei Dalu-Dalu, Sei Tanjung maupun Sei Gambus sehingga banyak menimbulkan dampak negatif kepada masyarakat yang mengorbankan aktivitas mereka,” ujar Yahdi.
Anggota DPRDSU dari Dapil 5 yang meliputi Batubara, Asahan dan Tanjungbalai ini memastikan akan terus memantau dan melakukan pengawasan sebagaimana fungsi yang dimilikinya sebagai anggota DPRD Sumut, terlebih proyek tersebut merupakan proyek provinsi.
“Oleh karenanya, saya mengapresiasi setiap informasi dan laporan yang diberikan masyarakat yang sesegera mungkin akan kita koordinasikan dengan UPT Bah Bolon sebagai penanggung jawab,” ujarnya.
Ditegaskannya, perbaikan bendung Dalu-dalu harus sukses karena merupakan pengaduan, tuntutan dan harapan masyarakat, khususnya petani yang berada di lingkup Daerah Irigasi Cinta Dame/Cinta Maju.
Daerah irigasi tersebut meliputi 1.460 hektare lahan pertanian. Karena itu, bendung yang rusak diharapkan segera diperbaiki. (Id.43)





















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda