Breaking News
Memuat breaking news...

Angin Puting Beliung Terjang Tujuh Kecamatan di Sergai, 13 Rumah Rusak

Redaksi
Redaksi
Selasa, 4 Agustus 2026 - 7.56 PM WIB
Angin Puting Beliung Terjang Tujuh Kecamatan di Sergai, 13 Rumah Rusak
Rumah warga di Kecamatan Dolok Masihul tampak porak poranda atap seng terbang di sapu angin puting beliung, Senin (3/8). Waspada.id/dok BPBD Sergai
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SERGAI (Waspada.id): Sedikitnya 13 rumah warga di tujuh kecamatan di Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara, mengalami kerusakan setelah diterjang angin puting beliung pada Senin (3/8/2026) sore. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kepala BPBD Sergai, Rico Ebtian, S.STP., M., mengatakan pendataan masih terus dilakukan karena pihaknya masih menunggu laporan terbaru dari masing-masing camat.

"Data sementara terdapat 13 rumah yang mengalami kerusakan akibat angin puting beliung. Kami masih menunggu pembaruan laporan dari masing-masing camat," kata Rico, kepada Waspada.id, Selasa (4/8/2026) sore.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun BPBD Sergai, rumah warga yang mengalami kerusakan tersebar di tujuh kecamatan. Di Kecamatan Sei Rampah, satu rumah terdampak berada di Desa Pergulaan. Di Kecamatan Dolok Masihul, satu rumah rusak di Desa Pekan Kamis dan tiga rumah di Desa Blok 10.

Seseorang Babinsa mengumpulkan seng milik warga yang terbang diterjang angin puting beliung, Senin (3/8).Waspada.id/dok BPBD Sergai

Selanjutnya, di Kecamatan Pegajahan, tiga rumah mengalami kerusakan di Desa Sukasari dan satu rumah di Desa Pondok Tengah. Masing-masing satu rumah lainnya berada di Desa Bahsiduadua, Kecamatan Serbajadi, Desa Sukadamai, Kecamatan Sei Bamban, Desa Pematang Guntung, Kecamatan Teluk Mengkudu, serta Desa Binjai, Kecamatan Tebing Syahbandar.

Rico memastikan hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa akibat angin puting beliung tersebut. Meski demikian, BPBD Sergai masih terus memantau perkembangan di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya laporan tambahan.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dengan terus memantau informasi prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG. Saat cuaca memburuk, warga diminta segera berlindung di bangunan yang kokoh, menutup rapat pintu dan jendela, mematikan aliran listrik dengan mencabut peralatan elektronik, serta menjauhi pohon besar, tiang listrik, baliho, dan papan reklame.

"Masyarakat diharapkan tetap tenang karena puting beliung biasanya berlangsung sangat singkat, sekitar lima hingga sepuluh menit. Jika membutuhkan pertolongan, segera hubungi petugas BPBD atau pemerintah desa setempat," pungkas Rico.(bs)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement