Antar Tugas Kapus Titeue, Sekdis Tekankan Kinerja


PIDIE (Waspada.id): Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie, Samsul Bahri, ST., MT., menegaskan pergantian Kepala Puskesmas Titeue harus menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ia meminta kepala puskesmas yang baru, Tamrin, SKM., MKM., mempertahankan capaian sebelumnya serta memastikan program yang telah berjalan baik tetap berlanjut.
Penegasan itu disampaikan Samsul Bahri dalam kegiatan antar tugas Kepala Puskesmas Titeue yang berlangsung di aula Puskesmas Titeue, Selasa (13/10). Kegiatan tersebut menandai pergantian kepemimpinan dari dr. Nazaruddin kepada Tamrin, SKM., MKM.
Samsul Bahri mengatakan, pergantian kepala puskesmas merupakan hal yang lumrah dalam lingkungan aparatur sipil negara (ASN). Namun, perubahan kepemimpinan tidak boleh menyebabkan penurunan kinerja ataupun terhentinya program pelayanan kesehatan yang telah berjalan dengan baik.

“Bapak Kepala Dinas berpesan agar pergantian kepala puskesmas yang lama kepada yang baru menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja. Jangan sampai kinerja yang sudah baik justru menurun,” ujar Samsul Bahri.
Menurutnya, kepala puskesmas yang baru harus mampu melanjutkan program sebelumnya, mengevaluasi kekurangan, serta memperkuat koordinasi dengan seluruh tenaga kesehatan. Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan membutuhkan kepemimpinan yang mampu menggerakkan seluruh staf agar bekerja secara profesional dan bertanggung jawab.
Ia menambahkan, keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kepala puskesmas, tetapi juga oleh kedisiplinan, kerja sama, dan komitmen seluruh pegawai dalam menjalankan tugas masing-masing.
Sekdis Tekankan Disiplin Pegawai
Dalam kesempatan tersebut, Samsul Bahri turut menyoroti kedisiplinan ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Dinas Kesehatan dan puskesmas.
Ia menegaskan bahwa disiplin tidak sekadar berkaitan dengan kehadiran, tetapi juga menyangkut kepatuhan terhadap jam kerja, pelaksanaan tugas, dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Disiplin ini tidak main-main lagi. Kehadiran, terutama bagi ASN dan PPPK, harus menjadi perhatian. Tanggung jawab terhadap pekerjaan harus dijalankan dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.
Samsul Bahri mengatakan, evaluasi kedisiplinan akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan masukan dari masing-masing puskesmas. Pegawai yang melanggar ketentuan dapat dikenai pembinaan maupun sanksi sesuai tingkat pelanggaran dan peraturan yang berlaku.
Ia juga mengingatkan pegawai agar tidak meninggalkan tempat kerja untuk kepentingan pribadi selama jam dinas. Menurutnya, aktivitas di warung kopi hendaknya dilakukan di luar jam kerja dan tidak mengganggu kewajiban memberikan pelayanan.
Selain itu, ia meminta seluruh jajaran mengutamakan komunikasi dalam menyelesaikan persoalan internal serta menjaga lingkungan puskesmas agar tetap profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Tamrin Minta Dukungan Seluruh Staf
Sementara itu, Kepala Puskesmas Titeue yang baru, Tamrin, SKM., MKM., mengharapkan dukungan seluruh pihak, terutama staf dan karyawan, agar pelaksanaan tugas dan pelayanan kesehatan dapat berjalan dengan baik.
Ia menekankan pentingnya kerja sama, komunikasi, dan sikap saling membantu dalam menjalankan program puskesmas. Menurutnya, peningkatan mutu pelayanan tidak dapat dicapai hanya oleh pimpinan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh tenaga kesehatan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Tamrin berharap seluruh jajaran dapat menyatukan langkah, mempertahankan program yang telah berjalan baik, serta melakukan perbaikan terhadap berbagai kekurangan demi memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat Kecamatan Titeue.
Nazaruddin Berharap Capaian Dipertahankan
Kepala Puskesmas Titeue sebelumnya, dr. Nazaruddin, berharap kepemimpinan yang baru dapat mempertahankan dan meningkatkan capaian program yang telah berjalan.

Ia mengakui masih terdapat kekurangan selama masa kepemimpinannya. Namun, capaian Puskesmas Titeue yang menempati peringkat ke-13 dinilainya patut diapresiasi dan menjadi motivasi untuk terus melakukan pembenahan.
“Harapan saya ke depan, Puskesmas Titeue bisa semakin baik dan mencapai hasil yang menjadi harapan bersama. Semua laporan sudah bagus, meskipun masih ada kekurangan,” ujar dr. Nazaruddin.
Ia menjelaskan bahwa pengunduran dirinya dari jabatan kepala puskesmas telah disampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Pidie karena faktor jarak tempat tinggal. Ia berdomisili di Padang Tijie sehingga perjalanan menuju Titeue menjadi salah satu pertimbangannya.
Antar tugas tersebut diharapkan menjadi momentum untuk menjaga kesinambungan program, memperkuat kedisiplinan, serta meningkatkan kerja sama dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kecamatan Titeue. (Id69)
Berita Terkait




















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda