Antisipasi Pengangguran, DPRK Diminta Bangun BLK Kecamatan


SUBULUSSALAM (Waspada.id): Mengantisipasi semakin tingginya angka pengangguran, kepada DPRK Subulussalam diminta membangun Balai Latihan Kerja (BLK) Kecamatan.
Permintaan itu disampaikan warga Desa Dasan Raja, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam kepada Anggota DPRK Dapil Penanggalan, Raja Muhammad Adhie Putra, SE dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Periode 2024-2029, melalui agende Reses III Masa Persidangan III di kediaman Adhie, Desa Dasan Raja, Rabu (4/11).
Selain itu dikeluhkan kondisi lampu penerangan area sepanjang Jalan Teuku Umar, Desa Penanggalan, air bersih yang bermasalah permanen padahal Penanggalan dikelilingi sungai hingga isu penambahan kursi Dapil Penanggalan 2029 dan usulan bantuan bibit sawit.
Dikatakan, akibat lampu jalan tidak menyala situasi di sana semakin malam sering 'mencekam' sehingga diharapkan DPRK mengambil sikap.
Sementara pentingnya BLK, untuk memberi keterampilan kepada sejumlah remaja tamatan SLTA yang menganggur karena tidak mampu melanjutkan kuliah.
"Ada BLK Kota Subulussalam tetapi setiap diadakan pelatihan tidak mampu menampung calon siswa karena kuota terbatas," tandas Zul, salah satu alasan perlu dibangun BLK Kecamatan.
"Dengan camat yang baru, kami berharap ada terobosan baru untuk menjawab semua permasalahan di daerah ini," tandas zul.
Menurut Adhie merespon usulan warga, seperti Zulfikar Bancin, Mansyah Berutu, Malik Solin dan Erwin Berutu, semua usulan penting dan ditampung, namun realisasinya tergantung ketersediaan anggaran meskipun akan tetap diupayakan.
Soal lampu penerangan direspon positif, lalu BLK diakui bagian dari solusi mengatasi tingginya angka pengangguran, sementara masalah air bersih sudah menjadi agenda berkesinambungan daerah akan dikoreksi dan bantuan bibit sawit perlu ditelusuri agar bisa ditindaklanjuti
"Akan dicek dan dikomunikasikan ke dinas terkait yang menjadi usulan warga," janji Adhie.
Merespon warga terkait informasi terjadi penambahan kursi DPRK Subulussalam Pemilu 2029 atau 2031 menjadi 25 kursi, dibenarkan Adhie.
Namun tidak serta merta Dapil Penanggalan bertambah menjadi lima kursi dari saat ini empat kursi karena bergantung kepada jumlah penduduk/pemilih.
"Agaknya peluang ini menjadi agenda kecamatan, dilibatkan aparatur desa mendata warga sehingga penambahan menjadi lima kursi bisa dicapai," usul seorang warga.
Dikatakan, kolaborasi semua komponen masyarakat, termasuk aparatur desa perlu dimaksimalkan melakukan pendataan warga setiap desa sehingga bisa terpenuhi kuota mendapatkan lima kursi tersebut.
Mengapresiasi semua masukan di sana, Camat Penanggalan, Bengis Manik mengajak warga berperan aktif dalam memberikan masukan dan saran demi kebaikan daerah ini ke depan.
Rahmat Saleh Solin, Kabag Fasilitasi Penganggaran Pengawasan DPRK Subulussalam, koordinator reses terpisah menilai pro aktif masyarakat mengikuti reses di sana cukup positif.
Dikatakan, pentingnya digelar Reses DPRK sebagai momen mengakomodir semua aspirasi masyarakat dan lebih berpotensi terealisasi.
"Reses momen sangat efektif bagi warga menyampaikan aspirasi dan lebih memungkinkan terealisasi," kata Rahmat. (id130)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda