Breaking News
Memuat breaking news...

Antusiasme Konsumen Menguat, 347 Unit Cluster Shorea Kota Mandiri Bekala Ludes Terpesan

Redaksi
Redaksi
Minggu, 23 Agustus 2026 - 2.37 PM WIB
Antusiasme Konsumen Menguat, 347 Unit Cluster Shorea Kota Mandiri Bekala Ludes Terpesan
Minat masyarakat terhadap hunian di Kota Mandiri Bekala semakin tinggi. Waspada.u
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Minat masyarakat terhadap hunian di Kota Mandiri Bekala semakin tinggi. Sebanyak 347 unit Cluster Shorea yang ditawarkan pada pemilihan unit tahap pertama, Sabtu (22/8), seluruhnya berhasil dipesan konsumen.

Tak hanya rumah subsidi tipe 32/72, unit komersial tipe 36 dan tipe 40 juga hampir seluruhnya ter-booking dalam kegiatan yang digelar di kawasan Kota Mandiri Bekala tersebut.

Direktur Utama PT Propernas Nusa Dua (PND), pengembang Kota Mandiri Bekala, Rizqi Aswaransyah Pratama, mengatakan capaian tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kawasan hunian yang dikembangkan PND.

“Antusiasme masyarakat sejak launching Cluster Shorea sangat positif. Sudah 347 unit yang berhasil ter-booking,” ujar Rizqi.

Menurutnya, tingginya minat masyarakat sebenarnya telah terlihat sejak peluncuran Cluster Shorea pada 11 Juli 2026. Saat itu, sebanyak 436 konsumen telah menyatakan minat melalui Nomor Urut Pemesanan (NUP).

Rizqi menilai ketertarikan konsumen tidak hanya didorong kebutuhan terhadap hunian, tetapi juga karena masyarakat mulai melihat prospek Kota Mandiri Bekala sebagai kawasan hunian sekaligus kawasan pengembangan baru yang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Rizqi mengatakan, kepastian legalitas menjadi salah satu pertimbangan konsumen dalam memilih hunian. Menurutnya, legalitas yang jelas memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama berkaitan dengan kepemilikan dan investasi rumah.

Selain itu, kondisi kawasan yang disebut bebas banjir turut menjadi daya tarik bagi calon penghuni.

“Minat masyarakat ini salah satunya karena legalitas yang sah, kemudian kawasan yang bebas banjir. Selain itu, masyarakat juga melihat adanya perkembangan ekonomi dan bisnis yang kami yakini akan tumbuh di kawasan ini ke depannya,” jelasnya.

Ia menjelaskan, Kota Mandiri Bekala tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan perumahan, tetapi juga diarahkan menjadi kawasan yang memiliki aktivitas ekonomi dan bisnis.

Konsep tersebut, kata Rizqi, diharapkan mendorong pertumbuhan fasilitas, aktivitas komersial dan berbagai kebutuhan masyarakat seiring berkembangnya kawasan.

Bagi konsumen, perkembangan kawasan menjadi salah satu pertimbangan dalam membeli rumah. Hunian yang berada di kawasan dengan potensi pertumbuhan ekonomi dinilai memiliki nilai tambah, baik untuk ditempati maupun dari sisi prospek nilai kawasan dalam jangka panjang.

Rizqi menambahkan, keberhasilan penyerapan seluruh unit pada tahap pertama menjadi bukti semakin tingginya pengenalan dan kepercayaan masyarakat terhadap Kota Mandiri Bekala.

“Ini menjadi salah satu bukti bahwa kepercayaan dan minat masyarakat terhadap hunian yang kami tawarkan di Kota Mandiri Bekala cukup tinggi,” katanya.

Setelah seluruh unit tahap pertama ter-booking, PND selanjutnya akan membuka pemilihan unit tahap kedua. Tahap ini menjadi kesempatan bagi konsumen yang belum memperoleh unit untuk memilih hunian yang tersedia.

Tingginya penyerapan tahap pertama sekaligus menunjukkan masih besarnya minat masyarakat terhadap hunian yang menawarkan kepastian legalitas, lingkungan nyaman dan prospek pengembangan kawasan. (wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement